Gambar dua paslon pilkada kota Bekasi. (jonder sihotang)

Rahmat Effendi Pimpin Kota Bekasi Periode 2018-2023

BEKASI(IndependensI.com)- Rahmat Effendi dan pasangannya Tri Adhianto Cahyono memenangkan  pilkada Kota Bekasi hasil hitung cepat Saiful  Muljani dan research centre. Pasangan calon nomor urut 1 ini unggul dengan presentase 68,06 persen suara, sedangkan lawannya Nur Supriyanto dan Adhy Firdaus hanya beroleh 31,94 persen suara.

Menanggapi hal itu, Rahmat Effendi yang merupakan petahana mengemukakan, bahwa adanya fenomena pembunuhan karakter  tiga hari menjelang pelaksanaan pilkada terhadap dirinya, tidak memengaruhi proses pesta demokrasi itu.

“Masyarakat cerdas dan mampu mengolah yang ril hasil proses kerja. Mana yang  halusinasi, keinginan peroleh kewenangan yang ada. Ini berkat kerja semua, partai pengusung, tokoh masyarkat, lsim, pers, alim ulama yang sangat sejuk, adem, muhammadyah, nu dan  lainnya,” katanya kemarin.

Ia sebutkan, hasil ini menjadi cambuk apa yang diselesaikan lima  tahun ke depan. Kemarin kepuasan masyarakat baru 70 persen.
Periode ini yang  mau dilakukam wakafkan diri pengabdian memperbaiki Bekasi lima tahun kedepan.

Ia akan merangkul semua pihak pasca Pilkada. Kita akan mengajak semua menjakankan  proses pemerintahan kedepan katanya.

Ketua Tim Sukses (Timses) Rahmat-Tri, Sholihin, menyebut raihan suara  itu  merupakan bentuk kepuasan masyarakat atas kepemimpinan Rahmat selama periode 2018-2018.

“Ini menandakan warga Kota Bekasi masih mengingingkan wilyahnya dipimpin oleh orang yang sama,” katanya, kemarin.

Ia menilai partisipasi masyarakat Kota Bekasi pada Pilkada kali ini cukup tinggi. “Ini menandakan bahwa pendidikan politik  semakin meningkat, dan ini  bukti keberhasilan KPU Kota Bekasi yang sejak lama melakukan sosialiasi kepada masyarakat,” katanya.

Sementara KPU Kota Bekasi hingga saat ini masih dalam tahap penghitungan suara dari TPS ketingkat kelurahan dan kecamatan. Komisioner KPU Kota Bekasi Syarifuddi  sebelumnya mengakui pihaknya menargetkan tingkat partisipasi masyarakat dalam pilkada 2018 sebenyak 70 persen. (jonder sihotang)