Pegolf Afrika Selatan, Justin Harding, berfoto dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla usai menjuarai turnamen Indonesia Open 2018 di Jakarta. (Foto: Toto Prawoto)

Indonesia Open Kembali Memunculkan Juara Baru

JAKARTA (IndependensI.com) – Sejak digulirkan 44 tahun lalu, baru seorang Kasiadi yang menjuarai Turnamen golf Indonesia Open. Itu terjadi 29 tahun yang lalu — tepatnya pada 1989 di Jakarta Golf Club (JGC), Rawamangun, Jakarta Timur. Setelah itu, belum ada lagi professional golfer tuan rumah yang menjuarai turnamen yang sangat prestisius tersebut.

Dan, ketika annual event yang tahun ini bertajuk Bank BRI-Indonesia Open tersebut diselenggarakan, kembali muncul juara baru. Namanya Justin Harding dari Afrika Selatan.

Harding yang baru untuk pertama kalinya tampil di Indonesia — dalam kaitannya dengan event Bank BRI-Indonesia Open 2018 yang masuk dalam rangkaian Asian Tour — bermain sangat luar biasa. Selama empat hari, Harding membukukan skor 18 under (67-66-66-71).

Professional golfer dari Afrika Selatan tersebut terkesan tidak terpengaruh sama sekali saat menyusuri fairway dan hole demi hole Pondok Indah Golf Course dalam cuaca panas. Baginya cuaca di Indonesia khususnya Jakarta sama seperti cuaca di negerinya saat musim panas tiba — sebagaimana jawaban Harding kepada para wartawan usai menjuarai Bank BRI-Indonesia Open 2018.

Ketua PB PGI, Mordaya Poo, menyerahkan trofi Indonesia Open 2018 ke Justin Harding.

Turnamen yang berlangsung pada 12-15 Juli di Pondok Indah Golf Course tersebut diikuti 150 pegolf – termasuk 30 pegolf tuan rumah yang terdiri dari 20 pro dan 10 amatir. Dari 10 pegolf amatir yang tampil dalam event tersebut lima orang di antaranya adalah pegolf amatir yang dipersiapkan untuk tampil pada Asian Games 2018 Agustus mendatang di Jakarta dan Palembang.

Setelah bersaing di babak pendahuluan pada 12 dan 13 Juli, sebanyak 76 pegolf akhirnya lolos cut off dan melanjutkan permainan mereka pada 14 dan 15 Juli. Dari 76 pegolf yang lolos cut off lima orang di antaranya adalah pegolf tuan rumah. Mereka adalah George Gandranata dan Jordan Irawan (keduanya pro) dan tiga pegolf amatir masing-masing Kevin C Akbar, Almay Rayhan dan Naraajie Emeralda Ramadhan Putra.

Setelah bermain selama empat hari berturut-turut, Almay Rayhan, akhirnya keluar sebagai Lowest Amateur Bank BRI-Indonesia Open 2018 dengan total skor 285 pukulan (74-70-70-71) atau 3 under. Gelar yang sama pernah diraih Almay pada Bank Indonesia Open 2016.

Keberhasilan tiga pegolf amatir yang tengah dipersiapkan untuk tampil di Asian Games 2018 lolos cut off di ajang Bank BRI-Indonesia Open, disambut gembira oleh Ketua Umum PB PGI, Murdaya Po. “Event ini adalah bagian dari ajang uji coba pegolf amatir kita yang akan tampil di Asian Games mendatang di Jakarta,” kata Murdaya Po. “Mereka telah dipersiapkan sejak tujuh bulan yang lalu. Segala kebutuhan mereka termasuk nutrisi mereka juga telah kita penuhi,” tambahnya.

Namun, Murdaya Po, secara tegas enggan menjawab saat independensi.com menanyakan target yang ingin dicapai oleh PB PGI terhadap para pegolf amatirnya yang akan tampil membela nama Indonesia di ajang Asian Games 2018 Agustus mendatang.

“Saya optimis pegolf kita akan bisa merebut medali. Apakah itu medali emas, perak atau perunggu … pokoknya medali.  Apalagi pada Asian Games nanti Pondok Indah Golf Course menjadi venues cabang olahraga golf, dan pegolf kita sudah sangat mengenal lapangan golf ini,” katanya.

Menyinggung Bank BRI-Indonesia Open 2018, yang merupakan annual event Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia (PB PGI), Pak Po, demikian sapaan akrab Murdaya Po, mengaku sangat bergembira. “Karena, pada turnamen kali ini, selain Bank BRI yang menjadi sponsor utama, juga didukung oleh BUMN lainnya sebagai co-sponsor. Sehingga, hadiah yang sebelumnya US$300 ribu naik menjadi US$500 ribu,” katanya.

Sambil berharap akan muncul juara baru terutama dan khususnya dari Indonesia, tahun depan pun pada event yang sama, Pak Po, optimis semakin menarik minat para sponsor, sehingga hadiah yang diperebutkan oleh para peserta akan meningkat  lagi jumlahnya. “Turnamen ini kan disiarkan ke seluruh dunia,” tagasnya. (Toto Prawoto)