Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. (Istimewa)

Kevin/Marcus Lolos ke Perempat Final

JAKARTA (IndependensI.com) – Ganda putra andalan Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon akhirnya melewati laga sengit di babak 16 besar bulutangkis perorangan Asian Games 2018, Sabtu (25/8/2018). Lewat pertarungan rubber game, mereka akhirnya menaklukkan Takuto Inoue/Yuki Kaneko (Jepang) 21-16, 19-21, 21-18.

Diakui Marcus, dirinya sempat tegang karena ia dan Kevin ingin meraih hasil maksimal di pesta olahraga se Asia ini. Apalagi mereka bertanding di hadapan publik sendiri. “Saya juga tegang, di game pertama sudah enak mainnya. Tetapi di game kedua, saya kebawa kendor jadi tempo mainnya pelan, tapi kami coba dipercepat lagi. Lawan berkembang banyak, langsung keluar tipe mainnya, feelnya dapat, mau balikin lagi agak susah,” kata Marcus seperti dikutip dari rilis Humas PP PBSI.

“Iya pasti nervous, kami ingin sekali menang di sini, pasti ada tekanan. Apalagi waktu lihat lawan lawan nggak ‘mati-mati’,” tambah Marcus. “Sebetulnya di game ketiga tidak ada yang diubah. Kami cuma tidak mau menyerah, walaupun sudah ketinggalan, kami tetap mau coba terus,” ujar Kevin. Laga sengit hari ini akan menjadi pelajaran bagi Kevin/Marcus pada laga selanjutnya. Mereka akan bertemu pasangan Malaysia, Goh V Shem/Tan Wee Kiong, di babak perempat final. Rekor pertemuan sementara 2-1 untuk keunggulan Kevin/Marcus. “Untuk besok, kami mau main yang bagus saja dulu,” kata Marcus.

Sementara itu Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menyelesaikan pertandingan babak 16 besar bulutangkis perorangan Asian Games 2018 dengan baik. Mereka menang dua game langsung atas Kim Won Ho/Seo Seung Jae (Korea), dengan skor 21-18, 21-13. Pertandingan kedua pasangan ini berlangsung sengit di game pertama, penampilan Fajar/Rian memang belum maksimal di game pertama. Mereka banyak melakukan kesalahan-kesalahan sendiri yang akhirnya merugikan. Sedangkan Kim/Seo tampil begitu lepas dan tanpa beban, karena Fajar/Rian lebih diunggulkan. Fajar/Rian juga memenangkan pertemuan terakhir di German Open 2018, dengan skor 21-16, 21-16.

“Di game pertama kami banyak melakukan kesalahan sendiri, masih belum enak mainnya. Tapi kami yakin karena di pertemuan terakhir kami menang dari mereka. Di game kedua kami sudah mulai menemukan permainan kami,” kata Rian. “Kami diuntungkan dengan faktor angin, pemain Indonesia sudah terbiasa dengan kondisi angin seperti ini. Kalau buat pemain Korea yang power nya kuat, agak sedikit kagok, banyak pukulan mereka yang ragu-ragu,” tambah Fajar.

Fajar/Rian berada di jalur undian yang sama dengan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda, unggulan ketiga dari Jepang. Namun Kamura/Sonoda secara mengejutkan kalah dari Ong Yew Sin/Teo Ee Yi (Malaysia), dengan skor 14-21, 17-21. Meskipun demikian, Fajar/Rian tak ingin lengah, mereka tetap ingin mewaspadai Ong/Teo. Apalagi mereka kalah di pertemuan terakhir di All England 2018 dengan skor 16-21, 21-16, 21-23. “Pasangan Malaysia tidak bisa dianggap enteng, karena mereka bisa mengalahkan Kamura/Sonoda, dan di pertemuan terakhir kami kalah dari mereka. Ong/Teo defense nya kuat, kami harus lebih sabar,” kata Rian.