Kemenpora Latih Pemuda Gianyar Cegah Narkoba

BALI (IndependensI.com) – Pemuda Gianyar kembali menggelar pelatihan Kader Pemuda Anti Narkoba (KOPAN), Pelatihan ini merupakan rekrutmen KOPAN ke dua yang dilaksanakan di Kabupaten Gianyar.

Sampai saat ini, kegiatan yang digelar oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bekerja sama dengan Gerakan Pemuda Desa Nusantara (Gema Desantara) yang telah berlangsung sejak Kamis, 18 Oktober 2018 lalu, Pemuda Gianyar sudah merekrut sebanyak 390 orang.

Program pelatihan kader pemuda anti narkoba merupakan salah satu program yang dimiliki Kemenpora setiap tahunnya. Hal ini untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat lewat pemuda-pemuda akan bahaya narkoba sebagai realisasi dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2018.

“Sebelumnya, Kemenpora telah merekrut Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (KIPAN) di tingkat Provinsi untuk terjun di masyarakat dalam memberikan pengertian akan bahaya narkoba,” kata Drs. Arifin Majid M.Mq., Deputy Peningkatan Wawasan Pemuda Kemenpora di Wantilan Pura Dalem Banjar Timbul, Tegal Alang, Tabanan, Bali, Rabu (24/10).

“Kita tahu, bahwa narkoba ini adalah salah satu cara untuk menyerang dan melemahkan bangsa kita. Sebab, bangsa lain akan berfikir jika ingin menyerang secara langsung, karena kuatnya militer dan jumlah penduduk kita yang besar,” tuturnya dalam sambutan sekaligus membuka acara.

Di lain sisi, kondisi penyalahgunaan narkoba di Dunia sudah sangat mengkhawatirkan. Untuk pengguna khusus Ganja saja, di tahun 2017 jumlahnya mencapai 173.000.000. Sementara di Asia, jumlahnya mencapai 143.000.

“Oleh karenanya, kader-kader ini harus bisa memberikan pencerahan kepada lingkungannya, keluarganya, bahkan pacarnya untuk menghindari penyalahgunaan narkoba,” katanya.

Dirinya juga mengungkapkan terima kasih kepada Bupati Gianyar dan berbagai pemangku kepentingan setempat yang yang telah menerima dan mendukung mendukung kegiatan tersebut. Sehingga, pelatihan kader-kader anti narkoba bisa berlangsung dengan baik dan sukses.

Koordinator Gemadesantara Provinsi Bali, NLG. Vivin Sania Dewi, mengatakan, KOPAN jangan berhenti sampai di sini saja. Karena, kader-kader yang hari ini dilatih akan diadakan forum grup diskusi untuk membuat Rencana Tindak Lanjut (RTL) terhadap pencegahan penyalahgunaan narkoba.

“Kegiatan apapun yang akan dilakukan setelah kegiatan ini, itu harus teman-teman realisasikan. Sebab, kita juga akan meminta dukungan kepada para stakeholder untuk terus memerangi narkoba secara masif,” ungkap Vivin. (Hidayat)