Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Jumhana Lutfi sedang menyampaikan sosialisasi pengelolaan sampah di Perumahan Puri Mustika Rawalumbu, Minggu (11/11/2018) malam. (foto: jonder sihotang)

Warga Perumahan Puri Mustika Bekasi, Ikuti Sosialisasi Pengelolaan Sampah

BEKASI (IndependensI.com)- Sekitar 150 kepala keluarga warga RT 05 RW 17, Perumahan Puri Mustika, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu Kota Bekasi, mengikuti sosialiasasi dari Dinas Lingkungun Hidup Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Minggu (11/11//2018) malam. Sosialisaasi  terkait pengolahan dan pemanfaatan sampah menjadi ladang bisnis masyarakat.

Ketua RT  setempat, Agus Wahyudin mengungkapkan,  ide pengolahan dan pemanfaatan sampah menjadi barang bernilai ekonomis, digagas pihaknya mengingat produk sampah warga yang selama ini tidak dimanfaatkan. Selain memanfaatkan sampah, diharapkan dengan nilai tambah tersebut dapat menambah uang kas RT guna pengelolaam kebersihan, keamanan dan pembangunan di perumahan tersebut.

“Setelah didaulat warga saya menjadi Ketua RT September 2018 lalu, kami punya ide tersebut dan kirim surat ke Pemkota Bekasi. Surat kami ditanggapi langsung,  dan kink dilakukan sosialisasi malam ini. Kami akan membentuk pengurus bank sampah di perumahan ini  yang sudah lama menjadi program pemerintah daerah,” katanya.

Dalam sosialisasi tersebut, hadir Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Jumhana Lutfi,  dan Camat Rawalumbu Dian Herdiana.  Saat itu juga, petugas Pemkot Bekasi menyampaikan bagaimana memanfaatkan sampah menjadi barang bernilai ekonomis dan mendatangkan penghasilan.

Camat Dian menyampaikan, di wilayahnya terdapat 97 wilayah RW. Hingga kini, bari 42 RW yang memupunyai bank sampah. Sementara pihaknya memprogramkan di setiap RW, ada bank sampah yang dapat mengolah sampah rumah tangga menjadi barang berguna dan mendatangkan penghasilan. Ia mengapresisasi gagasan pengurus RT 05 Perumahan  Puri Mustika untuk mengolah dan memanfaatkan sampah.

Kepada warga setempat, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi  Lutfi, menyampaikan bahwa masalah sampah menjadi persoalan serius yang harus ditangani. Ia meninta semua warga  Kota Bekasi dapat memilah sampah mulai dari rumah tangga.

Jika sudah ada pemilahan sampah organik dan nonorganik  bahkan sampah bahan beracun dan berbahaya (B-3),  mulai dari sumbernya, ia yakin volume sampah akan terus berkurang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Kecamatan Bantargebang.

“Sampah kini sudah menjadi permasalahan luar biasa. Sampah dapat mendatangkan penyakit dan merusak lingkungan jika tak ditangani serius. Maka, dengan adanya pemilahan sampah mulai dari sumbernya di rumah tangga, sampah akan dapat bermanfaat dan menghasilkan,” katanya.

Kemampuan pengelolaan sampah oleh pemerintahannya, sangat terbatas. Maka, sangat diharapkan peran dan partisipasi masyarakat mengolah sampah menjadi barang bermanfaat.  Pemkot Bekasi  tiap tahun mengeluarkan puluhan bahkan ratusan miliar rupiah menangani sampah, ia menambahkan.

Ia mengakui, warga Kota Bekasi setiap hari menghasilkan sekitar 1.900 ton sampah. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 600 sampai 650 ton sampah yang diangkut ke TPA Sumurbatu Bantargebang.  Ini terjadi akibat keterbatasan anggaran, angkutan dan lahan TPA.

Diungkapkan, sisa sampah sekitar 1.250 ton  tiap hari , tidak terangkut akibat keterbatasan anggaran dan tempat. Maka, ia mengharapkan lewat bank sampah yang diprogramkan Pemkot Bekasi,  semua masyarakat dapat memanfaatkan  dan mengolah sampah menjadi bernilai ekonomi. Dengan adanya pengelolaan sampah oleh masyarakat, dapat mengurangi sampah dibuang ke TPA. (jonder sihotang)