Jokowi Ajak Umat Kristiani Tidak Golput

MANADO (IndependensI.com) – Dalam kesempatan di Manado, Sulawesi Utara, Presiden Jokowi menghadiri acara silaturahmi bersama peserta Konferensi Gereja dan Masyarakat (KGM), serta Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) tahun 2019 di Hotel Sutan Raja, Manado, Sulawesi Utara, Minggu (31/3/2019).

Pantuan Kumparan di lokasi menyebutkan, Jokowi tiba sekitar pukul 19.30 WITA dengan menggunakan baju berwarna putih. Kedatangan Jokowi disambut antusias seluruh perserta acara. Mereka menyanyikan lagu khas Manado ‘Si Patokaan’ untuk menyambut kehadiran Jokowi.

“Sayang, sayang, si patokaan. Matego tego gorokan sayang,” senandung seluruh peserta.

Saat seluruh peserta bernyanyi, Jokowi terlihat melayani sejumlah permintaan foto bersama, hingga bersalaman. Setelah itu, Jokowi disuguhi tari-tarian khas Manado. Ia pun terlihat sangat menikmati tarian tersebut.

Dalam sambutannya, Gubernur Sulut Olly Dondokambey, mengapresiasi kinerja pemerintahan era Jokowi yang dirasakan oleh warganya. Saat ini, kata dia, angka pengangguran di Sulut menurun dan tingkat perekonomian terus meningkat.

“Kami berterima kasih karena apa yang presiden lakukan selama lima tahun bagi rakyat Sulawesi Utara membawa berkah bagi kami. Tingkat ekonomi naik terus angka pengangguran kita turun terus,” ucap Olly membuka acara.

Sementara itu, Ketua Panitia Acara Silaturahmi Presiden dengan Peserta KGM dan Pengurus PGI di Manado, Royke Oktavian Roring menyatakan Presiden Jokowi diundang untuk menghadiri acara itu karena dinilai selama ini menghargai hak-hak kelompok minoritas.

“Pertama kita menghargai beliau sebagai presiden. Kedua, beliau sangat menunjukkan komitmen menjaga kemajemukan,” kata Royke yang juga Bupati Minahasa ini, dikutip Tirto di tempat yang sama.

Dalam pidatonya, Presiden Jokowi mengimbau pendeta hingga pengurus gereja untuk mengajak seluruh jemaatnya mengunakan hak pilih dalam pencoblosan pada tanggal 17 April 2019.

Jokowi mengatakan meskipun saat pencoblosan merupakan hari libur, ia meminta agar masyarakat menyempatkan diri untuk datang ke TPS. Hari pencoblosan, kata dia, sangat penting untuk menentukan arah bangsa Indonesia.

“Saya mengimbau, mengajak hari Rabunya libur, Kamisnya masuk, Jumatnya, Jumat Agung libur, Sabtu libur, Minggu libur. Hati-hati, tolong diingatkan pada jemaat kita agar tidak berlibur di hari Rabunya. Rabu boleh berlibur tapi coblos dulu. Jam 8 datang ke TPS coblos, jam 9 datang ke TPS coblos dulu jam 10 mau berlibur terserah,” kata Jokowi.

“Hati-hati. Mohon diingat mengenai ini. Satu suara sangat penting bagi masa depan negara yang kita cintai,” imbuh Jokowi.

Capres 01 itu juga menuturkan, negara telah menggelontorkan anggaran hingga triliunan rupiah untuk menyelenggarakan pemilu. Ia berharap seluruh masyarakat antusias mendatangi TPS.

“Biaya pileg dan pilpres triliunan dan hak milik bapak ibu sekalian menentukan arah ke depan seperti apa,” ujar dia.

Jokowi terlihat datang ke acara itu tanpa menggunakan embel-embel kampanye dan capres nomor urut 01.

“Marilah kita berbondong bondong ke TPS mengajak teman, mengajak saudara, handai taulan ke TPS. Gunakan hak pilih kita,” ujar dia.

Imbauan PGI

Sebelumnya, PGI turut mengajak umat Kristiani untuk berpatisipasi dalam pemilihan presiden (Pilpres) yang akan dilaksanakan pada 17 April 2019. Hal tersebut disampaikan Ketua PGI Hendriette Hutabarat Lebang seusai bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (5/3/2019).

“Kami juga berbicara mengenai dukungan semua umat kristiani untuk menyukseskan pemilu 2019 yaitu Pilpres dan Pileg, kami berharap Pemilu ini dapat berlangsung damai,” ujar Hendriette.

Menurutnya, pesta demokrasi yang berlangsung setiap lima tahun sekali, harus diikuti semua masyarakat untuk ke tempat pemungutan suara (TPS) dalam menentukan pemimpinnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum PGI Gomar Gultom menambahkan, secara khusus PGI telah mengeluarkan imbauan melalui video klip maupun surat pastoral agar warga gereja ikut aktif menjadi pemilih.

“Tidak ada seorang pun yang menjadi golput. Itu imbauan kita dan kalau bepergian hendaknya mengurus formulir A5,” kata Gomar di tempat yang sama.