Dirkampen Dandun Kohar didampingi Kepala UPBU Sutan Babullah Chairul Humam dan Muspika Kecamatan Gebe membuka padat karya dilingkungan Bandara Gebe, Halmahera Tengah

Padat Karya di Bandara Gebe Libatkan 105 Warga

HALMAHERA TENGAH (Independensi.com) – Kementerian Perhubungan cq Ditjen Perhubungan Udara melakukan program padat karya di sekitar Bandara Gebe, Kabupaten Halmahera Tengah Propinsi Maluku Utara

Direktur Keamanan Penerbangan Dandun Kohar mewakili Dirjen Perhubungan Udara Polana B Pramesti di Bandara Gebe, Rabu (3/4) mengatakan, program padat karya di Bandara Gebe ini merupakan salah satu program kerja Kementerian Perhubungan yang fokus pada pelibatan dan kontribusi nyata kepada msasyarakat.

Kegiatan padat karya merupakan tindaklanjut instruksi dari Direktur Jenderal Perhubungan Udara untuk melibatkan sebanyak mungkin peran serta masyarakat setempat dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh setiap Unit Pelaksana Teknis di daerah.

Program padat karya ini sudah dimulai tahun 2018 lalu yang dilakukan di 151 bandara dengan nilai Rp 300 miliar dan menyerap 11.982 orang tenaga kerja lokal. Tahun 2019 padat karya rencananya akan dilakukan di 174 unit kerja dengan total anggaran Rp 51,5 miliar dan menyerap sekitar 7.000 orang tenaga lokal.

Kepala Unit Penyelenggara Badar Udara Sultan Babullah Ternate, Haerul Umam mengatakan, penyelenggaraan program padat karya di Kantor Satuan Pelayanan Bandara Gebe Halmahera Tengah, Maluku Utara ini merupakan yang kesekian kalinya.

Program padat karya dengan sistem pembayaran langsung sudah dilakukan pada tahun 2017 dan 2018 yaitu dengan pembangunan pagar sekeliling bandara, membersihkan sekitar kantor, runway taxiway dan apron Bandara Gebe.

“Kami berharap kerja sama antara Kantor Satpel BandaraGebe dengan masyarakat Kecamatan Gebe ini dapat semakin menumbuhkan kesadaran warga tentang pentingnya keselamatan penerbangan dalam menjaga serta memelihara bandara alat-alat keselamatan penerbangan lainynya,” kata Chaerul

Sementara itu Camat Gebe Sofyan Abdul Gafur menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Dirjen Perhubungan Udara karena telah melibatkan sekitar 105 orang warganya dalam program padat karya.

“Dengan adanya program padat karya ini berarti memberikan lapangan pekerjaan pada masyarakat kami yang pada akhirnya dapat meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan mereka,” katanya.

Kepada masyarakat Kecamata Gebe dihimbau untuk menjaga aset bandara secara bersama-sama sehingga terjaga kebersihan dan keamanannya dalam rangka menciptakan keselamatan penerbagan nasional.

Keberadaan Bandara Gebe sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan pemerintah daerah Halmahera Tengah untuk mempercepat perpindahan dan pergerakan masyarakat serta memajukan sektor pariwisata di Halmaera Tengah khususnya dan pemda Maluku Utara pada umumnya.

Jika saat ini Bandara Gebe hanya dilayani oleh satu maskapai yaitu Susi Air yang melayani Bandara Gebe 5 kali dalam seminggu, kedepannya jumlah maskapai yang terbang ke Bandara Gebe bertambah lagi dengan kapasitas pesawat yang lebih besar lagi. (hpr)