Pengusaha Ritel : Siapa Pun Presiden Terpilih Tak Akan Pengaruhi Penjualan

Loading

JAKARTA (IndependensI.com) – Ketua DPP Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Fetty Kwartati menegaskan, para pelaku tidak mempersoalkan siapa pun prrsiden yang akan terpilih. Menurutnya, sosok presiden terpilih dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 nanti tidak akan mempengaruhi tingkat penjualan industri ritel. Syaratnya, pelaksanaan Pilpres 2019 berlangsung kondusif dan aman.

Keyakinannya didasarkan pada pertumbuhan sektor ritel tahun ini. Ia menyatakan kondisi ritel sejak tahun lalu membaik. “Hippindo melihat pencapaian pertumbuhan penjualan itu, siapa pun presidennya kami yakini mampu meneruskan perkembangan pertumbuhan ekonomi,” katanya di Jakarta, Senin (15/4/2019).

Ia memprediksi kinerja sektor ritel makin cemerlang pada semester II 2019 usai pesta demokrasi. Faktor yang mempengaruhi kinerja ritel, lanjutnya adalah kondisi ekonomi makro, kondisi politik, dan kinerja internal perusahaan.

Menurutnya, kondisi makro ekonomi saat ini masih mendukung perkembangan sektor ritel.  “Tahun ini sektor ritel target rata-rata pertumbuhannya 10 persen,” tuturnya.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta mengamini pernyataan Fetty. Menurutnya, kondisi ritel akan kembali normal usai penyelenggaraan Pilpres 2019. Dengan catatan, pesta demokrasi berlangsung lancar dan aman.  “Tak ada masalah siapa pun mau kepilih yang penting kondusif, aman,” ujarnya.

Ia menyatakan target pertumbuhan sektor ritel tahun ini sebesar 10 persen atau naik tipis dari pertumbuhan sektor ritel tahun lalu yang sebesar 9 persen. Hingga kuartal I 2019, ia menyebut pertumbuhan ritel masih di bawah 10 persen.  Lebih lanjut, musim Lebaran 2019 diyakini bisa mendongkrak penjualan sektor ritel.

“Kalau baju kontribusi minimum di bulan pada kuartal yang ada Lebaran, itu harus minimum bisa menyumbang 30-35 persen dari total sales (penjualan) setahun. Kalau food (makanan) ia tumbuh 5-10 persen lebih dari cukup karena makanan tiap bulan hampir konstan pertumbuhannya,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman meyakini jika penyelenggaraan Pilpres 2019 akan berlangsung aman. Keyakinan didasarkannya pada pelaksanaan kampanye selama tujuh bulan terakhir yang cenderung berlangsung kondusif.  “Saya tidak khawatir karena begitu terpilih presiden, mau 1 atau 2 pasti akan merangkul semua pihak,” katanya.

Adhi meyakini libur panjang perayaan Paskah yang jatuh pada tanggal 19 April 2018 atau usai Pilpres mampu menggenjot konsumsi masyarakat. Dengan demikian, memberikan angin segar bagi sektor makanan dan minuman.  “Menjelang puasa juga kami sudah siapkan. Kalau puasa dan Lebaran rata-rata naik 30 persen di atas rata-rata penjualan bulanan,” tuturnya. (dan)