Pakar: Kenaikan PDB Buktikan Pertanian Masih Pendukung Utama Ekonomi

JAKARTA (IndependensI.com)  – Sektor pertanian berdasarkan data BPS mengalami peningkatan produk domestik bruto (PDB) pada pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal-I 2019 sebesar 1,81 persen.

Menanggapi capaian itu, Guru Besar Pertanian Universitas Hasanuddin Prof DR Yunus Musa mengatakan, catatan BPS itu adalah pretasi yang baik.

Yunus menuturkan, sektor pertanian hingga kini masih menunjukkan sebagai pendukung utama perekonomian nasional.

“Tinggal terus dikembangkan angka peningkatan PDB itu. Kementerian Pertanian (Kementan) harus punya desain strategis bagaimana menambah persentasi di kuartal selanjutnya,” ujar Yunus, Senin (6/5/2019).

Yunus mengungkapkan, kinerja ekspor komoditas pertanian dapat dijadikan pola menumbuhkan kontribusi PDB untuk ekonomi Indonesia.

“Jadi harus dilihat apa saja hasil pertanian unggulan dari seluruh daerah di Indonesia yang mampu berdaya saing ekspor. Di situ pertanian dapat berkontribusi besar ke PDB,” kata Yunus.

Yunus menjelaskan, guna makin mendorong PDB untuk perekonomian Indonesia, jangan sampai juga diabaikan soal ketersediaan pangan nasional.

Dengan menjaga stok pangan, ujar Yunus, maka panen pertanian tentu terjaga. Dari situ dapat menghasilkan berbagai komoditas yang dapat didistribusikan ke pasaran untuk stabilitas harga.

“Jika masa panen lancar, produksi ke pasar juga aman. Menyumbang pendapatan juga. Petani juga ikut sejahtera,” kata Yunus.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa PDB sektor pertanian pada kuartal-I 2019 secara year on year (yoy) tumbuh positif 1,81 persen.

Data BPS merilis, PDB sektor pertanian pada kuartal-I 2019 (yoy) bahkan lebih baik dari perikanan dan kehutanan yang justru mengalami penurunan.

PDB dari sektor pertanian berdasarkan rilis BPS pada kuartal-I 2019 tercatat menanjak menjadi 19,67 persen.