Proyek Pemasangan Pipa PDAM Giri Tirta Gresik

Kelolah BGS, PDAM Gresik Siapkan Dana Rp 718 M

GRESIK (Independensi.com) – PDAM Giri Tirta Gresik Jawa Timur, akan menambah produksi air bersih produksinya sebesar 1000 liter perdetik. Dengan cara memanfaatkan air, dari Bendung Gerak Sembayat (BGS).

Untuk penambahan produksi dan memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Gresik, BUMD Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik itu. Telah bekerjasama dengan Investor, dengan nilai investasi sebesar Rp 718 miliar.

Direktur Utama PDAM Giri Tirta Gresik Siti Aminatus Zariyah mengatakan, bahwa pihaknya bersama Pemkab Gresik akan melakukan sosialisasi terhadap rencana tersebut kepada masyarakat. Terutama yang ada di Kecamatan  Bungah dan Kecamatan Manyar. “Megaproyek itu, kami target pada bulan Oktober mendatang bisa mulai dikerjakan,” ujarnya, Kamis (12/9).

“Pengerjaan awal yang akan dilakukan, yakni melakukan pemasangan pipa transmisi yang memiliki diameter 1100 mm sepanjang 7,8 km. Dimulai dari Desa Sidomukti, sampai di pertigaan Kecamatan Bungah dan Sidayu Gresik,” tuturnya.

Di tambahkan Siti, selain pipa transmisi pihaknya juga akan memasang pipa pendamping yaitu pipa distibusi. Sehingga, total pipa yang akan ditanam (pasang) sepanjang 41 km.

“Pemasangan dua pipa itu, untuk mempermudah distribusi air ke rumah-rumah yang menjadi pelanggan PDAM. Jadi dengan demikian, kedepan masyarakat diwilayah Bungah dan Manyar akan menikmati air dari BGS,” ucapnya.

“Usai penanaman pipa yang diperkirakan memakan waktu sekitar sebulan. Kami masih juga bakal melaksanakan pekerjaan Intake Air, lalu pipa Distribusi ke IPA, Booster (Reservoir), Valve, Sambungan rumah (SR) yang kami perkirakan memakan waktu selama satu tahun,” ungkapnya.

“Pemanfaatan air BGS ini, akan menambah pasokan untuk masyarakat pelanggan di Kecamatan Bungah, Manyar dan sebagian diperkotaan. Sebab, BGS akan menambah kebutuhan air sekitar 20 pelanggan baru atau 70 ribu sambungan rumah,” tukasnya.

“Saat ini jumlah produksi air bersih PDAM Gresik sebesar 1.327 liter perdetik, yang hanya mencukupi 43 persen masyarakat di 11 Kecamatan. Sedangkan produksi air yang ada saat ini, lebih dioptimalkan untuk pelanggan lama PDAM,” tandasnya. (Mor)