Marcus Fernaldi Gideon (kiri) dan Kevin Sanjaya Sukamuljo. (Dok/Ist)

Pebulutangkis Indonesia Ikuti China Open 2019

Loading

JAKARTA (IndependensI.com) – Para pebulutangkis Indonesia tengah bersiap untuk tampil maksimal di ajang bergengsi  China Open 2019 yang akan digelar pada 17 hingga 22 September 2019 di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzou, China.

Dalam turnamen bulutangkis level Super 1000 tersebut, Indonesia mengirimkan sebanyak 24 pemain dengan rincian empat tunggal putra, dua tunggal putri, satu ganda putri, empat ganda putra, dan empat ganda campuran.

Pada sektor tunggal putra, empat pemain yang akan tampil, yaitu Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, Shesar Hiren Rhustavito, dan Tommy Sugiarto. Kemudian pada sektor tunggal putri terdapat dua wakil, yaitu Gregoria Mariska Tunjung dan Fitriani. Duet Greysia Polii/Apriyani Rahayu akan menjadi satu-satunya perwakilan tim Garuda di sektor ganda putri.

Selanjutnya, Indonesia mengerahkan empat pasangan pada ganda putra, yaitu Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, dan Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso.

Terakhir, pada ganda campuran juga terdapat empat perwakilan, pasangan Praveen Jordan/ Melati Daeva Oktavianti, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow, dan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari.

Tim Indonesia dijadwalkan akan mulai menjalani sesi latihan sekaligus menjajal arena pertandingan pada Senin (16/9) mulai pukul 18.00 waktu Changzho. China Open 2019 bukan hanya menawarkan total hadiah yang besar, yakni mencapai US$ juta tetapi juga poin yang tinggi. Dengan demikian, seluruh pemain dapat memanfaatkan ajang tersebut untuk mengumpulkan poin ke Olimpiade Tokyo 2020 sekaligus meningkatkan peringkatnya masing-masing.

Tampil Maksimal

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) Susi Susanti meminta kepada seluruh pemain agar berjuang semaksimal mungkin di turnamen China Open 2019.

“Semua pemain harus tampil maksimal, berjuang penuh. Poin-poin yang diraih dalam turnamen ini sangat penting, supaya nantinya bisa mengikuti Olimpiade Tokyo 2020,” kata Susi.

Susi Susanti

Selain pengumpulan poin untuk mengikuti Olimpiade Tokyo 2020, menurut dia, turnamen China Open 2019 juga harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para pemain untuk meningkatkan rangking masing-masing. “Jadi selain mengumpulkan poin untuk Olimpiade, turnamen China Open ini juga bisa dimanfaatkan untuk mendongkrak rangking masing-masing pemain. Turnamen ini poinnya tinggi,” ujar Susi.

Lebih lanjut, dia menilai sektor ganda putra memiliki peluang besar untuk merebut gelar juara dalam turnamen tersebut. Namun, tidak menutup kemungkinan jika sektor lain juga dapat memberikan kejutan. “Yang paling stabil permainannya sampai dengan saat ini memang memang ganda putra. Tapi, sektor-sektor lain juga punya peluang untuk jadi juara, diantaranya tunggal putra dan ganda campuran,” ungkap Susi.

Oleh karena itu, dia mengharapkan agar seluruh pemain dapat mengerahkan kemampuan masing-masing secara maksimal, sehingga Indonesia dapat meraih prestasi terbaik dalam turnamen level Super 1000 tersebut.