Tommy Sugiarto. (Dok/Ist)

Tommy Melaju, Gregoria Terhenti

JAKARTA (IndependensI.com) – Pebulutangkis spesialis tinggal putra Tommy Sugiarto mencatat kemenangan atas Wong Wing Ki Vincent dengan skor 21-10, 21-15 di babak pertama ajang China Open 2019, Selasa (17/9/2019). 

Penerapan strategi yang matang menjadi kunci kemenangan Tommy dalam laga pertama kali ini. Di game pertama, Tommy terus mengungguli Wong, hingga 16-9. Game kedua yang sempat ramai di awal pun akhirnya berhasil diamankan Tommy. “Kalau dibilang nggak terlalu sulit sih enggak juga, mungkin karena saya bisa menerapkan strategi yang tepat, tidak memberi kesempatan kepada lawan untuk menyerang,” kata Tommy seperti dikutip dari badmintonindonesia.org.
Di babak kedua, tantangan berat sudah menunggu Tommy. Ia akan bertemu dengan Kento Momota, unggulan pertama dari Jepang, atau Lin Dan, living legend favorit tuan rumah. “Sebagai pemain yang tidak diunggulkan, sudah di event super 1000 ini memang bisa saja ketemu unggulan di awal. Siapa pun lawan saya besok, saya akan mencoba yang terbaik,” ujar Tommy.

“Misalnya ketemu Momota, kan semua sudah tahu prestasinya banyak, apalagi sudah juara dunia. Yang penting besok saya bisa mengeluarkan semua kemampuan saya,” lanjutnya. Tommy pun mengungkapkan, hingga saat ini dirinya masih berkutat dengan cedera engkel kanan.

Tommy pun menyadari jika performanya di tahun ini tidak seperti yang diharapkan. “Di tahun ini grafik saya menurun, ada kendala yang saya hadapi seperti cedera. Sampai sekarang belum pulih seratus persen, karena rutinitas pertandingan begitu padat, jadi saya tidak bisa ambil rehat yang panjang untuk menyembuhkan cedera saya,” ucapnya.

Sementara itu, tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung harus memendam kecewa gagal melaju ke babak kedua. Gregoria harus mengakui performa terbaik pemain Amerika Serikat, Zhang Beiwen setelah bertarung tiga game dengan skor akhir 21-14, 19-21, 16-21.

Setelah kehilangan game kedua, sebetulnya Gregoria punya peluang besar untuk memenangkan game ketiga. Ia sudah mengungguli Zhang, namun sayangnya Zhang bisa menyusul perolehan skor Gregoria. Zhang tampil lebih tenang dan mengontrol pergerakan Gregoria.

“Dari game kedua memang saya sendiri kurang stabil untuk jaga poin dan jaga pola yang menguntungkan buat saya. Jadi seperti unggul terus, lawan menyamakan skor dan terkejar terus,” kata Gregoria. “Waktu reli pun saya merasa masih kurang berani menyerang,” lanjut Gregoria.

Pemain berperingkat 14 dunia ini pun mengaku masih belum bisa memegang kontrol permainan di lapangan. Soal kecepatan pergerakan pun masih menjadi faktor yang harus ditingkatkan lagi.

“Evaluasinya banyak, saya harus lebih bisa kontrol keadaan di lapangan, dari tenangnya, fokusnya, dan kecepetannya harus seimbang. Tapi yang paling penting tenang dan fokusnya karena masih sering hilang dan kadang suka tegang sendiri,” ungkap Gregoria.