Katon Bagaskara saat 'perform' di Acara Festival Kopi Nusantara, 18 Maret 2019, di KotaTua-Jakarta, sambil mempromosikan Keunikan Kopi Nusantara kepada para pengunjung. (Foto: Dok. Katon Bagaskara)

Katon Bagaskara: Perkuat Budaya Bangsa, Cintai Kopi Nusantara

Loading

JAKARTA (Independensi.com) – Kader PDI Perjuangan yang juga pecinta kopi Nusantara, Katon Bagaskara mengatakan mencintai budaya Bangsa dapat dimulai dengan mencintai kopi asli Nusantara.

Hal itu karena keragaman jenis kopi di Bumi Pertiwi ini merupakan kekayaan alam Indonesia yang tak ternilai harganya dan akhirnya bermuara pada kekuatan budaya Bangsa.

“Karna minum Kopi Nusantara bukan akan menjadi seperti sekedar minum kopi biasa, namun juga bisa seperti kita menghargai minum wine yang beraneka ragam rasa dan aromannya,” ujarnya dilansir dari Gesuri, Jumat (20/9).

Untuk itu, Katon membuktikan kecintaannya pada kopi Nusantara dengan membuat usaha yang menyiapkan mesin-mesin roasting kopi (roastery). Itu guna membantu banyak petani kopi di seluruh Nusantara yang ingin mengolah sendiri hasil kopi green beannya menjadi roasted coffee yang nikmat dan bernilai unggul.

“Usaha saya bernama Kontur Kopi singkatan dari Kolaborasi and Kultur Kopi. Karena roastery ini saya harapkan bisa menjadi melting pot dari kita semua penggiat Kopi Nusantara untuk semakin menjayakan kopi kita ke dunia,” ungkapnya optimistis.

Katon menambahkan jika usahanya juga menyiapkan Roasted Coffee Bean unggulan dari seluruh Nusantara yang bisa dibeli dengan harga yang jauh lebih murah dan terjangkau oleh para pengusaha artisan Cafe yang sekarang kian menjamur.

“Itulah sebabnya di setiap acara kumpul Kopi Nusantara saya usahakan untuk selalu gabung giat mempromosikan/mensosialisasikan Kopi Nusantara sebagai kopi yang istimewa di pentas Kopi Dunia,” ujarnya.

Lebih lanjut, Katon yang juga sebagai seorang seniman dan pencinta Kopi, menangkap kekuatan Budaya Bangsa Indonesia yang harus dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Dampaknya, ujar Katon, hingga sanggup memajukan Indonesia dari sisi komoditi ekspor dan pariwisata.

Katon menjelaskan kopi Indonesia sangat varian dan jenisnya banyak sekali. Meskipun coffee beannya sama, jelas Katon, namun karena pohonnya ditanam di jenis, ketinggian, dan pengairan tanah yang berbeda maka pertumbuhan buah berry kopinya juga berbeda.

“Semua punya karakter masing-masing dan berbariasi di area acidity, fruity, chocolate flavour maupun bodynya,” ungkap penyanyi yang salah satunya melambung dengan lagu Yogyakarta bersama KLA Project di tahun 80-an itu.

Keistimewaan varian kopi Indonesia tentunya sangat erat dengan kondisi tanah dan lingkungan tempat pertumbuhan tanaman kopi.

Menurut Katon kondisi tanah di Indonesia yang begitu luas dan kepulauan dari Sabang sampai Merauke. Secara geografis, masing-masing berbeda ketinggian tanahnya, dinamika iklimnya, juga adanya tanaman lain yang tumbuh di sekitar lahan perkebunan kopi. Itulah juga, katanya, yang membentuk perbedaan karakter dan keunikan rasa biji kopi.

“Inilah kelebihan Kopi Indonesia dibandingkan kopi-kopi lain yang ditanam di dataran benua seperti Amerika Latin, Aftica atau Asia Indo China,” Katon menjelaskan.

Untuk itu, Katon optimistis kelebihan tersebut yang perlu diangkat oleh para penggiat Kopi Nusantara. Ia mencontohkan dengan sosialisasi ke masyarakat banyak untuk bisa lebih mengapresiasinya, dan dipromosikan ke pentas Dunia untuk menjadi kekuatan dan komoditi Kopi yang istimewa dari Indonesia.

“Dimulai dari keunikan dan nikmatnya Kopi Nusantara, para turis mancanegara akan semakin penasaran untuk lebih tahu tentang Indonesia, dan akhirnya semakin meningkatkan pariwisata, bahkan sampai mwngunjungi perkebunan-perkebunan kopi, juga para petaninya sebagai bagian dari eko-turisme,” pungkasnya.