Suasana jumpa pers Yuzu Indonesia Masters 2019 di Malang, Jatim, Senin (30/9/2019). (badmintonindonesia.org)

Indonesia Masters 2019 Siap Digelar

JAKARTA (IndependensI.com) – Ajang bulutangkis bergengsi bertajuk Yuzu Indonesia Masters 2019 siap dimainkan. Turnamen yang merupakan rangkaian dari Badminton World Federation (BWF) World Tour Super 100 berlangsung 1-6 Oktober 2019 di Gelanggang Olah Raga (GOR) Ken Arok, Malang, Jawa Timur.

Ketua Panitia Pelaksana Achmad Budiharto mengatakan, turnamen bulutangkis ini telah melalui berbagai tahapan persiapan termasuk penyediaan lapangan yang memadai dan sesuai dengan standard BWF. “Persyaratan itu tidak mudah, termasuk adanya gedung yang memenuhi persyaratan dengan kajian yang dilakukan oleh BWF,” kata Budiharto seperti dikutip dari Antara, Senin (30/9/2019).

Budiharto menjelaskan, pihak BWF telah dua kali datang ke Kota Malang, Jawa Timur untuk melihat lapangan yang akan dipergunakan untuk pertandingan. Pada saat kunjungan pertama, pihak BWF menyatakan pesimis GOR Ken Arok bisa dipergunakan.

Budiharto menambahkan, pihak Panitia Penyelenggara bersama Pemerintah Kota Malang melakukan pembenahan dan perbaikan di GOR Ken Arok. Sehingga, pada kunjungan kedua, pihak BWF menyetujui penggunaan lokasi tersebut untuk turnamen berkelas internasional. “Pengawas BWF yang datang, mereka terkejut, dan menyatakan bahwa GOR Ken Arok kondisinya cukup bagus, meski awalnya sempat diragukan,” ujar Budiharto.

Menurut Budiharto salah satu kendala paling besar di GOR Ken Arok adalah faktor kebersihan toilet yang tidak memadai untuk penyelenggaraan turnamen berkelas internasional. Saat ini, kendala tersebut sudah dibenahi dan telah sesuai persyaratan. Sedangkan di GOR Djagung, ada beberapa masalah yang teridentifikasi seperti lapangan berbahan tegel, lampu, dan daya listrik. Pihaknya telah membenahi masalah tersebut dengan melapisi tegel dengan triplek dan karpet, termasuk penambahan lampu dan daya listrik.

Pada turnamen Yuzu Indonesia Masters 2019, mengusung tema sportaintment dan tidak hanya menyuguhkan pertandingan bulutangkis, namun juga berbagai hiburan untuk menarik minat masyarakat.

Selain kesuksesan perencanaan, penyelenggaraan, dan prestasi, diharapkan turnamen tersebut juga bisa memberikan manfaat kepada tuan rumah, yakni Kota Malang, khususnya untuk memperkenalkan bulu tangkis sebagai salah satu cabang olahraga potensial.

Wadah Pembinaan

Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia Jawa Timur, Oei Wijanarko Adi Mulya mengatakan, penyelenggaraan Yuzu Indonesia Masters 2019 di Kota Malang, diharapkan bisa memberi peluang pembinaan kepada para atlet yang ada di wilayah Jawa Timur. “Ini diharapkan bisa membawa efek domino yang bagus untuk pembinaan atlet-atlet Jawa Timur utamanya, dan Malang pada khususnya,” ujar Oei.

Pada turnamen Yuzu Indonesia Masters 2019 kali ini diikuti oleh sebanyak 281 atlet yang berasal dari 15 negara seperti Tiongkok, Jepang, Thailand, India, Singapura, Malaysia, dan Amerika Serikat. Turunnya atlet bulutangkis kelas dunia tersebut, disebabkan pada turnamen kali ini juga dipergunakan mendapatkan poin untuk menuju Olimpiade Tokyo 2020.

Pemain Indonesia yang mengikuti turnamen itu di antaranya adalah juara Korea Open 2019, pasangan Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto, serta pasangan ganda putri Rizki Amelia Pradipta dan Della Destiara Haris. “Kami berharap ini bisa menjadi sajian menarik, karena ada perebutan poin untuk menuju Olimpiade Tokyo 2020 yang dikejar pemain dunia,” ujar Oei.