Sueb Abdullah dan Machrul Amiq bersama pendukungnya mengelar konsolidasi untuk maju pada Pilkada Gresik 2020 lewat jalur independen

Sueb Abdullah-Machrul Amiq, Deklarasikan Diri Maju Pilkada Gresik 2020 Lewat Jalur Independen

GRESIK (Independensi.com) – Setelah sebelumnya mendatangi Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gresik Jawa Timur, untuk menanyakan syarat dan ketentuan bagi seseorang yang ingin mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) lewat jalur perorangan (independen).

Sueb Abdullah seorang pengusaha asal Gresik, akhirnya secara terang-terangan menyatakan diri bakal maju pada Pilkada Gresik 2020 melalui jalur independen. Bersama Machrul Amiq, yang merupakan seorang Rektor di Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Surabaya.

“Kami memutuskan untuk maju di Pilkada Gresik 2020, karena didasari rasa keprihatinan terhadap kondisi Kabupaten Gresik saat in. Sebab, selama ini belum ada perubahan berarti yang dilakukan oleh Bupati dan Wakil Bupati saat ini. Bahkan, saya melihat pemerintahan saat ini gagal menjalankan fungsi dan tugasnya untuk mensejahterakan masyarakat,” kata, Sueb Abdullah, Rabu (2/10).

“Fakta gagalnya pemerintahan Gresik ini nyata, diantaranya masih banyak jalan yang rusak dan dibiarkan tanpa ada upaya untuk melakukan perbaikan. Kemudian, persoalan penyalahgunaan narkoba yang merajalela hingga masuk stadium 4 atau kategori sangat parah. Padahal, Kabupaten Gresik ini dikenal dengan sebutan kota santri dan wali,” ujarnya.

“Tak hanya itu, disektor kesejahteraan masyarakat juga sangat minor. Ini terbukti, dengan masih tingginya tingkat kemiskinan di Kabupaten Gresik. Padahal, investasi daerahnya terus berkembang dengan semakin banyaknya perusahaan yang jumlahnya ribuan. Terus dikemanakan, CSR nya ini kan harus di pertanyakan ke pemerintah sebagai pihak yang berwenang,” tuturnya.

Di tambahkan Sueb, sektor usahapun hanya diberikan pada orang-orang yang berada dalam lingkaran. Seperti, keluarga atau orang dekat Bupati yang diuntungkan. Namun, kelompok yang di luar kekuasaan tidak diberikan ruang gerak untuk berkembang. Bahkan, terkesan diinjak-injak agar tidak bisa berkembang.

“Saya sendiri yang alami itu, makanya saya tahu. Bahkan, teman-teman pengusaha lainnya juga mengalami hal yang seperti saya alami. Ini kan tidak benar dan tidak sehat, harusnya tugas Kepala Daerah itu. Ya mensejahterakan masyarakat secara keseluruhan,” cetusnya.

“Terus terang saja, meski saya diinjak-injak tetapi saya masih tetap bisa bergerak. Bahkan, usaha dan pendapatan saya makin besar. Itu semua karena keadilan Allah SWT,” paparnya.

“Akibat persoalan itu semua, saya dan Pak Rektor Amiq memutuskan maju di Pilkada Gresik 2020 dengan tekad membenahinya. Jika kesempatan untuk menjadi pemimpin Gresik ada, maka persoalan narkoba akan saya libas hingga tuntas.

Ketimpangan dalam mengayomi para pengusaha, agar iklim usaha semakin mengeliat maju dan berkembang akan kami lakukan. Sehingga, masyarakat sejahtera dan pembangunan bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat tanpa pengecualian,” tegasnya.

Dalam Pilbup Gresik 2020 ini, kami mengusung jargon Menuju Gresik Lebih Adil Demokrasi dan Sejahtera. Kami yakin bisa mewujudkan itu, dengan cara mengembalikan kekayaan yang dimiliki Kabupaten Gresik kepada masyarakat. Bukan, kita serahkan pada keluarga, kerabat kita sendiri,” tutupnya. (Mor)