Ilustrasi. Presiden Jokowi (kiri). (Ist)

Jokowi Masuk 50 Besar Muslim Berpengaruh Tepis Fitnah Anti Islam

JAKARTA (Independensi.com) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) naik tiga peringkat dari sebelumnya 16 menjadi 13 dalam ‘top 50’ di daftar 500 tokoh Muslim berpengaruh di dunia. PDI Perjuangan menilai hal ini membantah fitnah yang menganggap Jokowi memusuhi kepentingan umat Islam di Indonesia.

“Hasil survei oleh lembaga internasional yang berkedudukan di Amman, Yordania tersebut sekaligus membantah tuduhan sementara kalangan yang memfitnah Jokowi sebagai Presiden RI yang tidak peduli bahkan dianggap memusuhi kepentingan umat Islam Indonesia,” kata Politisi PDI Perjuangan Ahmad Basarah, Minggu (6/10/2019).

Basarah, yang juga Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri DPP PDI Perjuangan ini mengatakan naiknya peringkat Jokowi dalam deretan tokoh muslim berpengaruh membuktikan pengakuan dunia atas efektivitas kepemimpinan Jokowi. Dia menilai Jokowi dianggap sukses memimpin negara berpenduduk muslim terbesar di dunia.

“Membuktikan pengakuan masyarakat dunia terhadap legitimasi dan efektifitas kepemimpinan Jokowi yang sukses memimpin sebuah negara besar yang berpenduduk muslim terbesar di dunia dalam sebuah negara yang bukan sebagai negara yang berbentuk negara agama tetapi negara nasional religius,” ujarnya.

Basarah yang juga Pimpinan MPR 2019-2024 itu menyebut Jokowi terbukti memberi perhatian besar bagi umat Islam di Indonesia salah satunya lewat penetapan hari santri nasional. Meski demikian, Basarah menyatakan Jokowi tetap memperhatikan kepentingan umat agama lainnya.

“Jokowi menyadari sepenuhnya bahwa Negara Indonesia yang dia pimpin ini memang telah membuat konsensus dasar sejak awal berdirinya untuk menjadi negara kebangsaan religius yang berdasarkan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika,” jelas Basarah.

Sebelumnya, Jokowi kembali masuk dalam daftar 500 tokoh muslim paling berpengaruh di dunia. Penyelenggara daftar 500 tokoh muslim berpengaruh di dunia ini adalah Pusat Studi Strategi Islam Kerajaan (The Royal Islamic Strategic Studies Centre/RISSC) yang merupakan lembaga riset independen yang terafiliasi dengan Institut Aal Al Bayt Kerajaan untuk Pemikiran Islam, yang berkedudukan di Amman, Yordania.

Buku The Muslim 500: The World’s 500 Most Influental Muslims 2020, itu didapat dari situs resmi The Muslim 500, seperti diakses, Sabtu (5/10). RISCC menyatakan pemilihan orang dalam publikasi daftar 500 tokoh muslim berpengaruh ini bukan berarti dalam rangka mendukung pandangan mereka. RISCC hanya mengukur sejauh mana pengaruh dari orang-orang tersebut.