Suasana Sosialisasi dan seleksi (roadshow) "Sinar Mas Land Mencari Juara 2019" di Sekolah Dasar (SD) Negeri Lengkong Gudang, Serpong Utara, Tangerang Selatan, Senin (4/11/2019). (Ist/Jusraga)

Seleksi Pebulutangkis Muda Harus Berkesinambungan 

SERPONG (IndependensI.com) – Sosialisasi dan seleksi (roadshow) “Sinar Mas Land Mencari Juara 2019” akhirnya tiba di sekolah terakhir yang didatangi, Senin (4/11/2019). Sekolah Dasar (SD) Negeri Lengkong Gudang, Serpong Utara, Tangerang Selatan, menjadi lokasi penutup dari rangkaian enam sekolah yang menggelar seleksi SML Mencari Juara 2019.

Total dari enam sekolah tersebut ada 100 murid untuk ikut dalam seleksi akhir di Daihatsu Candra Wijaya International Badminton Center di daerah Jelupang, BSD, pada 16 November mendatang. Jumlah tersebut akan ditambah dari pendaftaran mandiri yang sudah disebar di sekolah-sekolah yang tak sempat dikunjungi roadshow SML Mencari Juara 2019. Kegiatan ini mencari 10 pemain muda berbakat untuk dilatih oleh Candra Wijaya sekaligus mendapat beasiswa dari Sinar Mas Land selama satu tahun.

“Sambutan dari para guru, kepala sekolah, murid hingga masyarakat setempat sangat baik dan responnya positif. Hasil dari seleksi enam sekolah ini sudah ada 100 murid dan diharapkan bisa bertambah dengan pendaftaran di sekolah-sekolah yang lain. Harapannya bisa mencapai 300 orang yang akan ikut seleksi untuk mendapatkan 10 pemain berbakat yang bakal dilatih Candra Wijaya,” ujar Head of Corporate Communication Sinar Mas Land, Panji Himawan.

Panji menambahkan, dirinya berharap ajang ini akan bergulir terus tahun depan secara kontinyu, mengingat untuk menelurkan seorang pemain bulutangkis masa depan membutuhkan proses 3-5 tahun. “Pastinya kegiatan ini akan kami evaluasi lagi untuk keberlangsungan program yang ada. Karena kami sadar, pembinaan itu butuh proses yang panjang. Harapannya, yang pertama dari kegiatan ini akan muncul pemain bulutangkis muda yang nantinya bisa berprestasi internasional dan yang kedua diharapkan pula pemain tersebut adalah atlet lokal BSD dan sekitarnya,” imbuh Panji.

Hal yang sama diungkapkan juara dunia 1997 Candra Wijaya yang memberikan apresiasi positif pada penyelenggaraan SML Mencari Juara 2019 ini. Dirinya mengaku puas dan bangga atas antusias serta kegigihan para peserta untuk ikut dalam seleksi. Candra mengatakan, banyak aspek yang bisa digali dari potensi anak yang terseleksi. “Saya berikan apresiasi buat anak-anak yang mencoba ikut seleksi. Dengan segala keterbatasan yang ada, akhirnya bisa terpilih pemain-pemain muda yang diharapkan berpotensi menjadi pemain bulutangkis masa depan. Masih banyak hal yang bisa digali dari potensi mereka, bukan hanya teknik bermain tetapi juga postur tubuh, asupan gizi dan makanan hingga mental. Ini yang nantinya akan saya dan teman-teman dari pelatih klub Daihatsu Candra Wijaya yang akan melatihnya,” ujar Candra.

Lebih jauh peraih medali emas Olimpiade Sydney 2000 ini menambahkan, untuk mencari pemain berbakat perlu proses yang panjang. Akan banyak menemui banyak kendala mulai dari motivasi sangat anak, mental, semangat hingga keinginan orang tua yang pada akhirnya menentukan bertahan atau tidaknya dalam pelatihan nanti. Untuk itu, dirinya berharap agar kegiatan ini bisa bergulir secara berkesinambungan untuk mengisi apabila ada pemain yang mundur atau menambah jumlah pemain yang terseleksi untuk dilatih. “Pembinaan pemain muda berpotensi perlu proses dan waktu. Untuk itu saya berharap kegiatan ini bisa berjalan terus agar semakin banyak pemain muda yang bisa diharapkan berprestasi maksimal di kemudian hari,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Sekolah SD Negeri Lengkong Gudang, Dra. Saadah mengatakan, pihaknya sangat bangga dan berterimakasih kepada Sinar Mas Land serta Candra Wijaya menjadikan sekolah yang dipimpinnya sebagai salah satu lokasi roadshow. Pasalnya, tidak semua sekolah di kawasan BSD ini bisa didatangi SML Mencari Juara 2019. Dia berharap agar dari para siswa yang terpilih bisa menjadi pemain bulutangkis kelas dunia dan mengikuti jejak prestasi Candra.