Yogyakarta Internasional Airport Beroperasi Penuh 29 Maret 2020

KULONPROGO (Independensi.com) Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta Internasional Airport (YIA) di Kulonprogo akan beroperasi penuh pada 29 Maret 2020.

Untuk itu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta seluruh pihak terkait untuk mengoptimalkan integrasi antarmoda untuk mempermudah aksesibilitas masyarakat dari dan menuju Bandara tersebut.

Pada saat YIA beroperasi penuh, maka pergerakan penumpang akan masif sekali. “Untuk mengantisipasi hal tersebut, Saya telah meminta kepada Dirjen Perhubungan Darat dan PT. Damri untuk mengoptimalkan Headway (waktu tunggu) Bus Damri per 30 menit,” kata Menhub yang didampingiDirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi, Dirut PT. Damri Setia N Milatia Moermin dan Direktur Angkutan Jalan Ahmad Yani.

Menhub mengungkapkan, Kemenhub telah memberikan subsidi tarif untuk Bus Damri dari dan menuju YIA di 2 (dua) shelter Damri yaitu dari Shelter Sleman City Hall dan Hartono Mall dengan tarif Rp 25 Ribu Hal tersebut dilakukan agar masyarakat terbiasa dan tertarik untuk menggunakan Angkutan massal bus. Sementara, pada rute YIA -Shelter Malioboro, berlaku tarif komersial sebesar 70 ribu Rupiah.

“Kami memberikan subsidi di dua shelter yang headway-nya sudah bagus, sehingga kita harapkan masyarakat terbiasa untuk menggunakan transportasi Bus Damri dari dan menuju ke sini (YIA),” ungkap Menhub.

Lebih lanjut Menhub mengapresiasi langkah Perum Damri yang telah aktif menggunakan media sosial untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat.

Berdasarkan informasi dari PT AP I, YIA telah didukung moda transportasi umum seperti Damri, SatelQu, taksi bandara, taksi online, dan kereta dari stasiun terdekat Stasiun Wojo yang dapat ditempuh 10 menit dari bandara.

Pilihan moda transportasi ini akan semakin memudahkan para penumpang pengguna jasa bandara.

Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi menambahkan ketersediaan transportasi darat untuk mendukung konektifitas ke Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur dan pariwisata di propinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta.

“Dengan adanya angkutan antarmoda ini diharapkan ada konektivitas antara Bandara YIA dengan KSPN Borobudur,” kata Budi Setiyadi saat meresmikan Angkutan Antarmoda Bandara YIA dan KSPN Borobudur di Sleman City Hall, Yogyakarta.

Sebagaimana kebijakan pemerintah dan arahan Presiden, KSPN super prioritas harus didukung penuh. Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar 9 milyar pada tahun ini untuk mensubsidi angkutan antarmoda ini.

“Kita harapkan nanti tarif DAMRI sekitar Rp 25.000,- dari Kota Yogyakarta ke Bandara YIA,” katanya.

“Untuk menarik minat masyarakat menggunakan angkutan antarmoda ini dan membangun kepercayaan masyarakat bahwa angkutan ini ada maka headway jangan lebih dari 30 menit,” ujar Budi.

Headway adalah jeda waktu keberangkatan antara sebuah armada dengan armada berikutnya. (hpr)