Polisi terluka akibat lemparan bom teroris berinisial WF anggota teroris Jaringan Ansharut Daulah (JAD) Jambi

Densus 88 Tembak Mati Terduga Teroris di Riau

PEKANBARU (Independensi.com) – Seorang terduga teroris berinisial WF, Kamis (6/2) sore terpaksa dihadiahi timah panas oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri di atas kapal ponton pengangkut kayu di kawasan perairan Sungai Kampar, tepatnya di Desa Tolam – Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Tembakan terukur itu terpaksa dilakukan, karena WF anggota teroris Jaringan Ansharut Daulah (JAD) Jambi yang sudah dibuntuti petugas itu, mencoba melakukan perlawanan dengan melemparkan bom pipa ke-arah petugas.

Menurut informasi yang berhasil dirangkum Independensi.com, terduga WF alias Thayyi (29) sudah dibuntuti petugas saat menumpang kapal ponton pengangkut kayu di perairan Sungai Kampar, dimana posisinya sedang berada di Desa Tolam Kecamatan Bunut Kabupaten Pelalawan, Riau.

Saat petugas Densus 88 Mabes Polri hendak menangkap, WF justru melakukan perlawanan dengan cara melemparkan bom pipa. Petugaspun langsung melakukan tembakan terarah mengakibatkan terduga teroris WF meninggal ditempat.

Karena lokasinya berada di perairan Sungai Kampar, jenazahnya dibawa ke tepi tanpa diabadikan kepada masyarakat, selanjutnya dibawa ke Pekanbaru.

Kabarnya, hingga sore hari ini Jumat (7/2), jasad terduga teroris berinitial WF masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru, sedangkan seorang petugas Polri yang terkena serpihan bom pipa dan mengalami luka robek ditangan, saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Awal Bross Pekanbaru.

“Pasien berinitial GP yang masuk kemarin mengalami luka robek ditangan dan sudah dilakukan tindakan bedah. Sejak datang, pasien dikunjungi anggota Polisi dari Polda Riau dan keluarga. Saat ini luka pasien sudah ditangani dan kondisinya sudah stabil,” ujar dr Jimmi Kurniawan-Direktur RS Awal Bross kepada sejumlah wartawan Jumat (7/2/2020) sore.

Sementara Kabid Humas Polda Riau Kombes (Pol) Sunarto enggan memberi komentar dan sepenuhnya menyerahkan ke Mabes Polri.

Salah seorang petugas di Polres Pelalawan namun enggan disebut namanya mengatakan, peristiwa tersebut terjadi Kamis (6/2/2020) sekitar pukul 18,25 Wib di perairan Sungai Kampar, tepatnya di Desa Tolam Kecamatan Bunut berbatasan dengan SP 11 Kelurahan Pelalawan Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Anggota Densus 88 sudah mengetahui keberadaan terduga teroris WF yang sedang menumpang kapal ponton pengangkut kayu, namun saat mau ditangkap, WF melawan dengan cara melemparkan bom pipa ke-arah petugas. Pelaku warga Padang Lamo, Desa Teluk Pandan Rambahan, Kecamatan Tebo Ulu, Kabupaten Tebo Ulu, Jambi ini, terpaksa dihadiahi timah panas dan tewas.

Kepala Desa Tolam Yupardi membenarkan informasi penangkapan terhadap terduga teroris di daerahnya dan kepada wartawan menceritakan, sempat terjadi tembak-menembak antara petugas dengan terduga teroris itu diatas kapal ponton pengangkut kayu.

Informasinya yang ditembak itu seorang teroris namun bukan warga Pelalawan, sore kemarin jenazahnya langsung dibawa, kata Kades. Kapolres Pelalawan AKBP M Hasyim Risahondua juga membenarkan penangkapan teroris di Desa Tolam.

Namun Kapolres mengatakan, terduga teroris itu bukan warga Kabupaten Pelalawan melainkan penduduk Padang Lamo, Desa Teluk Pandan Rambahan, Kecamatan Tebo Ulu, Kabupaten Tebo Ulu, Jambi. (Maurit Simanungkalit)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *