Direktur Utama PT Petrokimia Gresik Rahmad Pribadi saat berada di kebun budidaya tanaman melati

Pupuk Khusus Florikultura Tanaman Melati Jadi Target Produksi PG

GRESIK (Independensi.com) – Untuk menggarap pasar florikultura Petrokimia Gresik akan lebih serius lagi dalam mewujudkan asa solusi agroindustri bagi pertanian berkelanjutan dengan memunculkan produk baru.

Menurut Direktur Utama Petrokimia Gresik, Rahmad Pribadi hasil blusukannya ke beberapa tempat. Seperti, di Kabupaten Tegal Jawa Tengah yang dikenal sebagai sentra budidaya melati, menunjukkan jika pasar florikultura sebenarnya sangat potensial untuk penetrasi produk komersial Petrokimia Gresik

“Pupuk khusus florikultura, merupakan pasar potensial yang belum tergarap maksimal oleh Petrokimia Gresik maupun produsen pupuk lain,” katanya,  (21/2).

“Budidaya melati adalah pasar yang tidak sensitif terhadap harga, tentunya bisa diharapkan hasil yang maksimum dan cocok untuk pasar premium. Dengan demikian Petrokimia Gresik memiliki potensi untuk mengisi pasar budidaya melati ini,” ujarnya.

Rahmad mencontohkan bahwa, di Kecamatan Kramat total ada 200 hektare lahan yang menjadi budidaya melati, dan 100 hektare diantaranya berada di Desa Maribaya yang mampu menghasilan melati rata-rata 3 ton per hektare.

Sedangkan potensi panen puncak terjadi pada bulan November-Desember atau pada peralihan musim dari kemarau ke hujan dengan hasil panen sekitar 5 ton per hektare.

“Dalam budidaya tanam melati, petani harus memupuk tanaman dua minggu sekali. Dengan menggunakan formula pemupukan Urea, Phonska, SP-36 dan pupuk organik,” tutupnya. (Mor)