Deklarasi membumikan Pancasila di Kota Bekasi, dihadiri ribuan orang. Hadir unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama dan lainnya. (jonder)

Membumikan Pancasila di Kota Bekasi

BEKASI (IndepensensI.com)- Sejak tiha tahun lalu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi telah  menetapkan Kampung Sawah di wilayah Kecamatan Pondokgede, sebagai Kampung Pancasila dan Kampung Persaudaraan.

Hari ini, Selasa (3/3/2020), di Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi, dilakukan deklarasi bersama semua unsur lapisan masyarakat bertemakan “Membumikan Pancasila di Kota Bekasi”.

Acara dihadiri anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) diantaranya Wali Kota, Kapolres, Komandan Kodim, Kepala Kejaksaan Kota Bekasi, pimpiman DPRD juga hadir.

Deklarasi juga dihadiri ribuan peserta diantaranya dari unsur Aparatur Sipil Negara (ASM), tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi massa, pelajar, direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), kepolisian, TNI dan unsur masyarakat lainnya. Apel deklarasi dipimpin Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi.

Penetapan  Kota Bekasi sebagai Kota Pancasila, karena kehidupan masyarakat di daerah penyangga ibu kota Jakarta ini  yang sangat toleran.

Sebagaimana diketahui, Kota Bekasi telah mendapat penghargaan dari Komnas HAM  dari tiga kota yang berada di Indonesia yakni Kota Manado, Kota Bandung dan Kota Bekasi.

Ketiga kota ini,  meraih penghargaan sebagai kota yang dalam kesehariannya telah terjalin  kerukunan umat beragama.

Hasil  lembaga survei  tahun lalu di Kota Bekasi, diketahui  kini Suku Jawa  mencapai 43 persen dan  hampir setengah penduduk Kota Bekasi. Ini merupakan satu bukti bahwa Kota Bekasi sudah tidak ada lagi kaum minoritas dan mayoritas karena beberapa suku, ras, budaya bahkan agama telah berkependudukan di Kota Bekasi.

Hasil survei tersebut membuktikan bahwa Kota Bekasi sudah menjadi satu, tidak ada lagi minoritas milik asli keturunan Bekasi atau Betawi, warga dari Jawa, Batak, Sunda, Tionghoa, Ambon,  dan berbagai suku lainnya  sudah menjadi satu untuk menjadi harmonis di Kota Bekasi.

Semua suku dan agama yang ada di nusantara ini, ada di Kota Bekasi. Maka, terkait  hal itu, Kota Bekasi dapat juga disebut sebagai miniatur Indonesia. Deklarasi ini juga bagian rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi Kota Bekasi ke 23 yang jatuh pata 10 Maret 2020.(jonder sihotang)