Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi melambaikan tangan didampingi unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat saat deklarasi membumikan Pancasila di Kota Bekasi. (jonder)

Wali Kota Rahmat Effendi:  Jangan Lagi Pertentangkan Suku dan Agama di Kota Bekasi

BEKASI (IndependensI.com)-  Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengekaskan, jangan lagi kita pertentangkan agama, atau suku di Kota Bekasi ini.  Semua penduduk kota ini hidup rukun dan damai.

Semua suku dan agama, ada di kota ini. Kedepan, kerukunan dan toleransi saling menghormati, saling menghargai yang sudah terjalin baik selama ini, harus kita tingkatkan.

Penegasan itu, disampaikan pada acara Deklarasi Membumikan Pancasila di Kota Bekasi, bertempat di Stadion Patriot Candrabhaga Jalan Ahmad Yani Kota Bekasi, Selasa (3/3/2020).

Ia berharap, kegiatan ini bukan hanya sekedar seremoni saja, tapi angkat dan dalami apa yang diangkat oleh Bung Karno mengenai ideologi Pancasila. NKRI harga mati, katanya dihadapan ribuan peserta deklarasi.

Deklarasi bertemakan “Melangkah Bersama Membumikan Pancasila di Kota Patriot Bekasi Dalam Bingkai NKRI”, adalah bagian kegitan Hari Jadi Kota Bekasi ke 23 tepat tanggal 10 Maret 2020.

Sementara itu, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi menuturkan, semoga dengan diselenggarakannya deklarasi ini dapat jadi contoh daerah lainnya, untuk menjaga Pancasila.⁣

Seperti diketahui, kegiatan ini diusung oleh Tim Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila (TRANP) Bekasi.  Para peserta deklarasi, juga sebagian mengenakan pakaian tradisional.

Sebelumnya, tiga  tahun lalu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi telah  menetapkan Kampung Sawah di wilayah Kecamatan Pondokgede, sebagai Kampung Pancasila dan Kampung Persaudaraan.

Kota Bekasi juga merupakan miniatur Indonesia, karena semua suku dan agama, ada serta hidup berdampingan dengan damai di kota penyangga ibu kota Jakarta ini. (jonder sihotang)