Wali Kota Depok, Mohammad Idris

Penderita Corona Meningkat, Walikota Depok Perpanjang Masa Belajar Anak Sekolah di Rumah

DEPOK (Independensi.com) – Terkait semakin meningkatnya jumlah masyarakat Kota Depok yang terpapar Corona Virus Disease 2019 (Covid 19), Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terpaksa memperpanjang masa belajar di rumah bagi peserta didik mulai tingkat Taman Kanak-kanak (TK) hingga SLTA negeri dan swasta, mulai Senin (30/3/2020) sampai dengan Sabtu (11/4/2020).

Wali Kota Depok Mohammad Idris mengubah kebijakannya meliburkan sekolah dan diganti dengan kegiatan belajar di rumah yang semula sejak Senin (16/3/2020) hingga Sabtu (28/3/2020), diperpanjang lagi selama dua minggu. Kebijakan ini berlaku bagi semua tinggkatan sekolah dari TK-SMA sederajat, baik sekolah formal maupun sekolah tidak formal.

Pemberlakuan masa belajar di rumah berdasarkan surat edaran Wali Kota Depok, Mohammad Idris dengan Nomor 420/142-Huk/Disdik, pada Rabu (25/3). “Perpanjangan masa belajar di rumah bagi peserta didik, dalam upaya pencegahan penyebaran Covid 19 di Kota Depok,” jelasnya.

Idris meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok untuk segera melakukan langkah taktis penyusunan kembali sistem pembelajaran jarak jauh. Dan kepada orangtua agar mendampingi putra-putrinya untuk benar-benar waktunya digunakan untuk belajar di rumah. “Saya ingatkan sekali lagi tidak ada putra-putri nya berada diluar rumah dalam masa sekarang ini,” tambah Idris.

Terus Bertambah

Kasus terpapar virus Covid-19 di Kota Depok hingga Rabu (25/3/2020) terus bertambah. Tercatat sebanyak 19 orang positif Covid-19, 14 orang masih dalam perawatan, empat orang sembuh, dan 1 orang meninggal dunia. Kasus satu orang meninggal dunia Covid-19 ini menjadi kasus pertama yang terjadi di Kota Depok.

Namun, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Pencegahan Covid-19 Kota Depok belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut, dimana pasien yang meninggal sempat dirawat. “Benar sudah ada yang meninggal satu orang karena Covid-19 di Kota Depok,” ujar juru bicara Covid-19 Centre Kota Depok, Dadang Wihana.

Sementara jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 173 orang dan 13 orang selesai pengawasan. Sedangkan orang dalam pemantauan (ODP) terus bertambah sebanyak 568 meliputi 381 orang masih dalam pemantauan dan 187 orang selesai pemantauan. (Robino Hutapea)