Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPRD Kota Pekanbaru, Dapot Sinaga

Fraksi PDIP DPRD Kota Minta Tutup Akses Masuk Pekanbaru

PEKANBARU (Independensi.com) – Guna memutus mata rantai penyebaran virus corona (covid-19) yang semakin banyak memakan korban, Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPRD Kota Pekanbaru, Dapot Sinaga  meminta agar Walikota Pekanbaru menutup seluruh akses pintu masuk ke Pekanbaru.

Kita minta Walikota menutup akses mobilisasi manusia dari Provinsi Sumatra Barat, Sumatra Utara dan Jambi. Hal itu disampaikan Dapot Sinaga, Ketua Fraksi PDIP di DPRD Kota Pekanbaru kepada Independensi.Com diruang kerjanya Selasa, (7/4/2020) sore.

Dapot Sinaga yang saat itu didampingi Robin Edward anggota Fraksi PDIP menjelaskan, kecuali angkutan yang membawa logistik maupun obat-obatan, agar tidak dibenarkan masuk kota Pekanbaru.

Kita meminta Walikota Pekanbaru agar mencontoh langkah yang telah dilakukan Pemerintah Sumatera Barat, yang lebih dulu menutup seluruh akses menuju arah ranah Minangg tersebut.

Karena, jika akses masuk kota Pekanbaru tidak segera ditutup, maka ke-khawatiran meningkatnya wabah virus corona asal negara Cina itu, akan semakin memburuk.

Saat ini, kita tidak mengetahui orang yang masuk ke Pekanbaru ini membawa wabah covid-19 atau tidak, namun kita harapkan Walikota Pekanbaru Firdaus MT berani ambil kebijakan sebagaimana diterapkan Cina yang dengan cepat mengambil tindakan didalam memutus mata rantai berkembang-biaknya virus corona itu

. Sebab, walaupun akses keluar-masuk Pekanbaru ditutup, masyarakat Pekanbaru masih dapat melaksanakan kegiatan sebagaimana mestinya.

Berbeda dengan penerapan lockdown, dimana pemerintah melarang masyarakat melakukan aktifitas diluar rumah, dan pemerintah harus menyiapkan anggaran untuk kebutuhan masyarakat, ujar Robin Edward menimpali.

Robin Edward

Saat ini kata Robin Edward lagi, pemerintah Kota Pekanbaru tidak mesti memberlakukan lockdown didalam menjaga mewabahnya virus corona atau covid-19. Pintu masuk saja yang ditutup agar pihak luar tidak datang membawa virus itu ke Pekanbaru.

Kita sama-sama sehatnya disini, namun warga pendatang itu tidak kita ketahui, apakah membawa wabah virus dari kotanya. Kita minta semua pintu masuk ke Pekanbaru ditutup, Walikota cukup mengerahkan petugas Satpol PP untuk menjaga setiap pintu masuk di setiap perbatasan. “Hadang dan kemudian kembalikan ke tempat asalnya,” ujar Robin Edward berapi-api.

Langkah penutupan akses lewat udara dan darat disetiap pintu masuk kota Pekanbaru selain angkutan logistik dan obat-obatan, adalah sebagai antisipasi memutus mata rantai, agar tidak semakin mewabahnya virus corona.

Sebab, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pemantauan (PDP), setiap hari terus bertambah. Bahkan yang dinyatakan positip terkena virus corona, juga kian bertambah.

Sehingga Pemerintah Kota Pekanbaru harus segera melakukan aksi cepat didalam memutus penyebaran virus corona ini ditengah warga Pekanbaru. “Harus ada aksi cepat, agar penyebaran covid-19 tidak masif,” ujar Robin lagi. (Maurit Simanungkalit)