Menhan Prabowo Subianto menyetahkan 5.000 alat rapid test ke Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi. (humas)

Sebanyak 5.000 Alat Rapid Test dari Menhan ke Kota Bekasi

BEKASI (IndependensI.com)- Jumlah masyarakat terkonfirmasi kena covid-19 di Kota Bekasi, terus bertambah.Bahkan, masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sudah diperpankang hingga 12 Mei 2020.

Terkait pandemi corona tersebut, Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Prabowo Subianto memberikan 5.000 alat rapid test untuk Kota Bekasi. Bantuan diterima Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, kemarin.

Prabowo Subianto mengatakan, bantuak ini sebagai bentuk kepedulian untuk warga negara Indonesia khususnya di Kota Bekasi.
“Kami berupaya untuk penanganan dalam pencegahan Covid 19. Kota Bekasi adalah Kota yang langsung bersampingan dengan Pusat Kota, yakni DKI Jakarta, yang banyak beraktivitas di sini juga. Oleh karena itu, pergunakan alat Rapid ini untuk kepentingan warga Kota Bekasi,” ungkap Prabowo.

Diketahui saat ini Kota Bekasi merupakan zona merah. Atas bantuan ini, Wali Kota Bekasi mengucapkan rasa terimakasih kepada Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.

“Rasa syukur dan berterimakasih kepada Kemenhan. Dengan memberikan bantuan berupa alat rapid test 5000, karena semakin kita mengecek warga Kota Bekasi, semakin menambahnya pasien terdampak Covid 19. Semoga ini dapat bermanfaat bagi warga Kota Bekasi,” kata Rahmat.

Di Kota Bekasi, sesuai data diketahui saat ini menurut data pada corona.bekasikota.go.id pertanggal 28 April 2020 jumlah 1957 ODP, 670 PDP, 233 Positif Covid 19.  Dan Pemerintah Kota Bekasi saat ini giat melakukan pencegahan dengan memperketat pengawasan disaat pemberlakuan PSBB.

Di titik-titik pantau, petugas terus berjaga di 32 lokasi perbatasan Kota Bekasi. Termasuk masyatakat yang melintas untuk mudik, pengawasannya semakin diperketat oleh petugas gabungan Polri, TNI, Satpol PP dan anggota Dinas Perhubungan. (jonder sihotang)