Yoyok Dumpring sedang melakukan sound check sebelum pengambilan gambar dimulai. (Foto: Dokumentasi)

Tertunda Gara-Gara Virus Corona

JAKARTA (IndependensI.com) – Covid-19 yang melanda segala aspek kehidupan umat manusia di seluruh dunia memang harus disikapi secara bijak.

Salah satunya kita harus mentaati segala peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah terkait dengan Covid-19 yang hingga saat ini belum ditemukan obatnya itu.

Hal tersebut diungkapkan oleh Yoyok Dumpring – seorang sutradara film dan sinetron dalam perbincangan tertulis bersama IndependensI.com beberapa waktu lalu.

Sebelum Covid-19 melanda, Yoyok dan staf produksi lainnya melakukan hunting lokasi di Lombok, Bali, Jawa Timur serta Jakarta dan sekitarnya yang akan menjadi lokasi film bergenre musikal-komedi berjudul “Pengin Jadi Artis”.

Segala persiapan telah direncakan secara matang dan tinggal mengeksekusinya. Tiba-tiba pemerintah pusat dan pemda-pemda di seluruh Indonesia menerapkan #dirumahsaja yang dilanjutkan dengan PSBB.

Karena kebijakan tersebut diputuskan didasari atas data dan fakta yang bisa dipertanggungjawabkan, rencana kerja yang tinggal dieksekusi tersebut harus ditunda sampai batas waktu yang belum jelas kapan batas akhirnya.

Sebagai seorang kepala keluarga dengan dua orang anak (pria dan wanita), Yoyok Dumpring harus menerima realita tersebut apa adanya – tanpa harus menyalahkan siapa pun apalagi bersungut-sungut dan kecewa.

Dengan kata lain, sutradara muda yang telah banyak menyutradari sinetron dan beberapa film layar lebar tersebut, tetap bersyukur dan percaya bahwa setiap peristiwa apa pun yang terjadi di muka bumi ini adalah bagian dari rancangan Allah SWT Tuhan yang Mahakuasa… dan cepat atau lambat pandemi Covid-19 akan segera berlalu.

Yang jelas, sebagai seorang sutradara yang “menjadi komandan lapangan”, dan apa yang sedang dikerjakannya berada dalam jalur “kejar tayang” (utamanya saat Yoyok menyutradarai sinetron), di mana ketika dia berangkat shooting anak-anak masih tidur – pun saat dia kembali ke rumah kedua anaknya telah tidur pulas di kamar masing-masing – kini dengan ada Covid-19, Ebes, sapaan yang biasa diucapkan oleh kedua anaknya, setiap hari bisa berkumpul, bersendagurau, dan berdiskusi bersama istri dan kedua anaknya.

Seperti diketahui, beberapa serial sinetron yang disutradarai Ebes memiliki rating yang bagus.c ahkan seorang bintang film, pemilik  PH yang pernah menjadi Wakil Gubernur Jawa Batat – Deddy Mizwar – pun mengapresiasi  serial sinetron yang disutradari Ebes berjudul Masalembo.

Lalu, apa yang dikerjakan saat ini ketika pandemi Covid-19 melanda negeri ini, seperti halnya para suami pada umumnya, Ebes pun membantu istrinya di dapur membuat hidangan kolak khas Thailand yang disukai oleh para tetangganya. Tidak gratis. Tapi dijual melalui WA Group ibu-ibu Rukun Tetangga di lingkungan tempat tinggalnya di Buaran – Bojong Gede, Bogor.

Dalam memenuhi pesanan dari para tetangga, tak hanya Ebes yang belanja beli singkong dan ubi di pasar – kemudian ketika sampai di rumah langsung dikupas – kedua anaknya pun ikut sibuk membantu.

Sehingga, bagi Yoyok Dumpring dan keluarganya tidak ada istilah bete, jenuh, membosakan dan istilah-istilah lainnya ketika pemerintah memutuskan belajar (bagi yang masih sekolah) dan bekerja (bagi karyawan termasuk para kreator seperti Ebes) untuk #dirumahsaja. (Like Wuwus)