JAM Datun Feri Wibisono (kanan) disaksikan Wakil Jaksa Agung Setia Untung Arimuladi saat menanda-tangani komitmen bersama pembangunan Zona Integritas menuju WBBM dari bidang Datun.(ist)

JAM Datun Minta Jajarannya Komitmen Tingkatkan Pelayanan Berkualitas, Berintegritas dan Bebas biaya

JAKARTA (Independensi.com)
Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha (JAM Datun) Feri Wibisono meminta jajarannya untuk komitmen meningkatkan pelayanan yang berkualitas, berintegritas dan bebas biaya.

Menurut Feri komitmen bersama dari jajarannya di bidang Datun sangat diperlukan dalam menyongsong predikat sebagai wilayah birokrasi bersih dan melayani (WBBM).

“Karena itu kami jadikan tag line berkualitas, berintegritas dan Pelayan bebas biaya (Quality, Integrity, No Fees) serta siap bekerja sebagai semangat menuju WBBM,” kata Feri, Senin (15/6)

Pernyataan JAM Datun tersebut disampaikan saat memimpin pencanangan dan sekaligus menandatangani komitmen bersama pembangunan zona integritas dari wilayah bebas dari korupsi (WBK) menuju WBBM dari bidang Datun.

Pencanangan dihadiri Wakil Jaksa Agung Setia Untung Arimuladi, Sekretaris JAM Datun Tarmizi, para Direktur serta pejabat eselon III dan IV di bidang Datun yang turut menandatangani komitmen bersama.

Sementara itu Wakil Jaksa Agung Setia Untung Arimuladi mengatakan untuk membangun Zona Integritas dari WBK menuju WBBM perlu dibangun enam area perubahan secara sinergis.

“Artinya tidak boleh hanya satu atau dua area perubahan yang dibangun melainkan seluruhnya dan karena JAM Datun sudah meraih WBK maka tidak perlu dijelaskan lagi,” ucapnya.

Dia menyebutkan yang paling utama untuk menuju WBBM perlu tekad dan komitmen yang kuat pimpinan satuan dan jajaran dalam melakukan reformasi birokrasi.

Selanjutnya, tutur Untung, bagaimana membuat dan melaksanakan kemudahan pelayanan khususnya yang menyangkut pelayanan publik.

Penanggungjawab  reformasi birokrasi di Kejaksaan ini juga mendukung tag line yang ditetapkan bidang Datun yaitu berkualitas, berintegritas dan pelayan bebas biaya serta siap bekerja.

Ditambahkannya untuk setiap kegiatan harus dimonitoring dan dievaluasi serta dilihat alurnya apakah sudah sesuai dengan SOP yang ditetapkan.

Selain itu, katanya, manajemen komunikasi yang baik tentang bagaimana keberhasilan kejaksaan dapat dirasakan oleh masyarakat harus didukung data serta dapat ditunjukan kepada media.

“Sebagai sarana untuk menyampaikan kepada masyarakat bidang Datun siap bekerja dengan berkualitas, berintegritas dan bebas biaya. Serta semangat perubahan khususnya dala pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik,” ucap mantan Kajati Jawa Barat ini.(muj)