Karyawan Balai Kesehatan Penerbangan Kemenhub menandatangani komitmen menuju zona integritas Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM)

Balai Hatpen Menuju Zona Integritas WBBM

JAKARTA (Independensi.com) Badan Layanan Umum (BLU) Balai Kesehatan Penerbangan (Balai Hatpen) melaksanakan deklarasi Pencanangan Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) tahun 2020.

“Kami melakukan ikrar komitmen bersama dan melakukan penandatanganan komitmen serta penggunaan pin siap WBBM. Karena masa pandemi Covid-19, penandatanganan dilakukan secara bergantian dengan menerapkan physical distancing,” Kepala BLU Balai Hatpen Sri Murani Ariningsih
di Kantor BLU Balai Hatpen, Kemayoran, Jakarta, Selasa (16/6/2020).

Untuk pencanangan pembangunan ZI menuju WBBM, BLU Balai Hatpen juga mensosialisasikannya kepada para pemangku kepentingan (stakeholders), antara lain, operator penerbangan, sekolah penerbangan, perusahaan pengelola bandara, AirNav Indonesia, dan instansi atau masyarakat yang terkait dengan dunia aviasi.

“Dalam mewujudkan zona integritas menuju WBBM, kami berkomitmen memberikan pelayanan Prima (Profesional, Responsibility, Integritas, Mandiri, Akuntabel) tanpa gratifikasi, korupsi, kolusi, dan nepotisme,” ujar Rindu, panggilan akran Sri Murani.

Dalam upaya menuju WBBM, pelayanan BLU Balai Hatpen juga menerapkan budaya 5S, yaitu Salam, Senyum, Sapa, Sopan, dan Santun.

Dengan melakukan satu hal kecil yang berdampak global, seperti memberi salam, senyuman, dan sapaan, serta bersikap sopan dan santun, bisa menunjukkan citra terbaik dalam pelayanan publik.

Penerapan budaya 5S bagi seluruh pegawai BLU Balai Hatpen juga berdampak baik, bukan hanya bagi orang lain, tapi juga bagi diri sendiri. Keikhlasan memberikan salam, senyum, dan sapa, serta sopan santun, dapat meningkatkan kualitas diri dan kinerja, yang secara otomatis pula berdampak pada kenyamanan, kesabaran, dan keramahan yang dirasakan para pengguna jasa pelayanan.

Saat ini, BLU Hatpen memiliki total karyawan, terdiri dari 22 tenaga medis, 21 tenaga keperawatan, tiga tenaga kefarmasian, empat tenaga kesehatan lingkungan, seorang tenaga keterapian fisik, dua tenaga keteknisian medis, 13 tenaga teknik biomedika, serta 65 tenaga non medis. Dari 110 karyawan itu, 87 orang adalah aparatur negara sipil (ASN) dan 23 PPNPN.

Di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, BLU Balai Hatpen, bersama Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Bali, Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara, serta Kantor UPBU Kalimarau Berau, maju untuk ZI menuju WBBM, sementara 12 unit kerja lainnya masuk nominasi untuk WBK.

WBK/WBBM merupakan predikat yang diberikan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (PANRB) kepada suatu unit kerja yang berhasil melakukan pembangunan zona integritas di lingkungan kantornya.

Sejak ditetapkan sebagai BLU pada tahun 2016, Balai Hatpen terus meningkatkan pelayanan, peran, dan fungsinya, untuk mendukung moda transportasi udara di bidang kesehatan penerbangan.

Klasifikasi penerima layanan dari BLU Balai Hatpen berdasarkan Civil Aviation Safety Regulation (CASR) Part 67 atau PM 69 Tahun 2017 tentang Standar Kesehatan dan Sertifikasi Personel Penerbangan sebagai berikut. Personel penerbangan kelas I untuk pilot komersial (CPL, Commercial Pilot License), pilot transportasi udara (ATPL, Air Transport Pilot License), dan teknisi penerbangan (flight engineer). Personel penerbangan kelas II untuk pilot privat (PPL, Private Pilot License), pilot olah raga dan siswa pilot (SPL, Student/Sport Pilot License), navigator penerbangan (flight navigator), awak kabin (flight attendant). Personel penerbangan kelas III untuk pemandu lalu lintas udara (ATC, Air Traffic Controller), Flight Operation Officer (FOO), dan pemegang lisensi lain yang perlu pemeriksaan kesehatan.

Selama tahun 2019, jumlah personel yang melakukan medical examination (medex) sejumlah 26.291 personel.

Dalam masa pandemi Covid-19 ini, BLU Balai Hatpen tetap menerapkan protokol kesehatan. Namun demikian, diharapkan tetap tercipta suasana nyaman dan aman dengan keramahan para petugas pelayanan kepada pengguna jasanya.

“Kami juga terus berusaha meningkatkan pelayanan dan melengkapi fasilitas dengan penambahan peralatan baru, di antaranya peralatan gene xpert Cov2 untuk swab test PCR,” ucap Rindu. (hpr)