Plt-Kadisdik Pekanbaru Dr IsmardiIlyas M.Ag

Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Akan Bangun SMP dan SMA Dipinggiran Kota

PEKANBARU (Independensi.com) – Pemerintah Kota Pekanbaru akan membangun sekolah negeri, baik tingkat SMP maupun SMA di daerah kawasan Pekan Sikawan (Pekanbaru, Pelalawan, Kampar dan Siak).

Hal itu dimaksudkan agar masyarakat yang berdomisili dikawasan perbatasan kabupaten / kota itu, bisa menyekolahkan anak-anaknya disekolah negeri. Hal itu dikatakan Dr Ismardi Ilyas M.Ag, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru menjawab pertanyaan Independensi.com di ruang kerjanya, Rabu (29/7/2020).

Menurut Ismardi Ilyas, dalam penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2020 ini, sekolah tingkat SMP Negeri di Kota Pekanbaru hanya mampu menampung siswa sekitar 8000 siswa, sementara anak-anak yang mendaftar masuk SMP diperkirakan mencapai sekitar 17 ribu orang.

Mengingat banyaknya siswa yang tidak bisa tertampung disekolah negeri itu, tahun depan kita akan membangun sekolah negeri sebanyak 3 buah SMP dan 3 buah sekolah SMA.

Akan tetapi, kata Ismardi, pembangunan sekolah baru itu nantinya akan di titik beratkan di daerah yang berbatasan dengan kabupaten tetangga yang kita juluki dengan sebutan Pekansikawan. Dua lokasi sekolah SMP dan SMA negeri yang baru akan dibangun di kawasan yang berdekatan dengan Kabupaten Kampar.

Sekolah itu akan dibangun disekitar kawasan Labersa dan daerah Jl Teropong – Panam, satu lokasi lagi akan dibangun di daerah Rumbai yaitu pinggiran Kota Pekanbaru yang berbatasan dengan Kabupaten Siak.

Plt Kadis Pendidikan itu mengakui, masih kurangnya sarana sekolah negeri di Kota Pekanbaru, dan itulah sebabnya diadakan pembangunan tahun depan. Selayaknya, sekolah negeri itu harus mampu menampung 60 persen siswa dan 40 persen lagi untuk sekolah swasta.

Ditanya tentang informasi yang berkembang tentang banyaknya pihak – pihak menghubunginya dengan harapan anaknya bisa menimba ilmu di sekolah negeri, Ismardi Ilyas tidak mempermasalahkan hal tersebut. “Kita akan bantu sepenuhnya sepanjang anak-anak itu memenuhi syarat,” ujar Ismardi.

Lebih lanjut Ismardi menjelaskan, dari 45 Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri di Kota Pekanbaru, di akui bahwa daya tampungnya masih sangat terbatas. Sehingga pihaknya menyarankan, jika anak-anak tidak dapat ter-tampung disekolah negeri, disarankan para calon siswa itu masuk sekolah swasta.

Tahun ini, untuk masuk SMP, Dinas Pendidikan telah menyiapkan empat jalur. Diantaranya 60 persen kuota tempatan, 15 persen jalur keluarga miskin, 20 persen jalur prestasi akademik dan non akademik, serta 5 persen untuk jalur pindahan (termasuk kuota bagi anak guru atau pendidik).

Ditempat terpisah, Nahot Hutauruk Ketua Kelompok Masyarakat Kelurahan Bencah Lesung Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru kepada Independensi mengakui, bahwa banyak warga didaerahnya tidak bisa sekolah di SMP negeri karena lokasi sekolahnya sangat jauh.

Sementara untuk sekolah di swasta, masyarakat di daerah kami ini tidak mampu, karena masyarakat didaerah ini boleh dikatakan rata-rata keluarga miskin. “Sangat parah, banyak anak-anak jadi putus sekolah,” kata Nahot dengan mimik serius.

Coba kita bayangkan kata Nahot Hutauruk lagi. Di Kelurahan Bencah Lesung, Kelurahan Binjai dan Kelurahan Sialang Sakti – Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru ini, tidak ada SMP negeri. Sehingga pada saat penerimaan siswa baru, sistim zonase yang diterapkan Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru boleh dikatakan ‘mengubur’ impian warga daerah ini untuk masuk sekolah negeri.

Sebab, sekolah negeri yang paling dekat dengan kelurahan kami ini jaraknya sekitar 2 kilo meter lebih. Untuk itu kita sangat mengharapkan, jika ada pembangunan sekolah SMP negeri yang baru, hendaknya dibangun di daerah ini, ujar Nahot mantan ketua RW ini. (Maurit Simanungkalit)