Salah satu hotel bintang lima di kawasan Nusa Dua Bali

Bali Siap Sambut Wisatawan, Tetap Ada Prasyarat yang Harus Dilakukan

JAKARTA (Independensi.com) Bali adalah daerah yang paling siap untuk dikunjungi oleh wisatawan asing maupun domestik. Tentunya ada prasyarat yang harus dilakukan oleh wisatawan maupun pengelola hotel dalam melakukan protokol kesehatan.

Demikian kesimpulan Bincang Santai Virtual INACA dengan tema “Amankan Untuk Berlibur Sekarang” yang dilangsungkan Kamis (1/10) malam.

Ketua Bali Tourism Board, Ida Bagus Agung Partha Adnyana menjelaskan, hidup dan mati pulau Bali bergantung pada industri pariwisata. Apabila sektor pariwisata tidak digarap dengan baik maka selesai sudah Pulau Bali.

Sadar akan hal itu, maka pengelola hotel, resort di Bali segera berbenah melakukan penyesuaian dengan kondisi saat ini yang sedang mengalami pandemi covid 19.

Bangunan hotel, ruangan, kamar, restoran bahkan fasilitas penunjang lain seperti kolam renang, taman dan tempat bersantai dibersihkan dan disemprot dengan cairan disinfektan. Lebih dari 140 hotel bintang 4 dan 5 di Bali yang sudah mengantongi sertifikasi protokol kesehatan

Bukan itu saja, Banjar dan pecalang memiliki peran penting dan strategis dalam penegakan hukum terhadap pengelola hotel maupun wisatawan dan tamu-tamu hotel yang mengabaikan protokol kesehatan seperti tidak menggunakan masker atau berkerumun dengan banyak orang.

“Kalau ditanya amankah berlibur ke Bali sekarang? Bisa saya jawab Bali sangat aman. Tentunya tetap ada prasyarat yang harus dilakukan oleh tamu dan pelaku usaha dalam menjalankan protokol kesehatan,” kata Agung.

Sekjen INACA Bayu Sutanto menjelaskan, semua pihak yang terkait dengan industri pariwisata saling bahu membahu menjalankan fungsinya dalam penerapan protokol kesehatan, mulai dari pengelola bandara, maskapai penernangan, transportasi darat hingga pengelola hotel dan restoran.

Pemeriksaan kesehatan dilakukan mulai saat masuk kawasan bandara, proses checkin, didalam pesawat, dibandara tujuan hingga sampai di hotel tujuan. Semuanya menjalankam protokol kesehatan.

Siska Mahdalena, traveller dan model dalam testimoninya mengaku, awalnya sangat khawatir melakukan untuk perjalanan. Tapi setelah melihat sendiri kondisi bandara, pesawat dan hotel di Bali sangat aman, maka kekhawatiran itu pun hilang dengan sendirinya

Apalagi maskapai sangat luwes. Apabila tidak bisa terbang pada hari yang ditentukan tapibkarena kondisi PSBB atau pas di rapid test ternyata reaktif bisa digeser ke lain waktu

“Petugas bandara dan staf tiketing juga sangat membantu dan selalu mengingatkan agar menggunakan masker dengan benar,” kata Siska.

Sekjen PHRI Maulana Yusran
mengatakan, destinasi seperti Bali, Bintan dan Manado sangat mengandalkan wisatawan mancanegara. Kalau wisatawan domestik jumlahnya tidak terlalu banyak hanya kisaran 30% saja.

“Selama wisatawan mancanegara belum dibuka, Bali akan tetap sepi. Tapi soal membuka akses untuk wisatawan asing adalah hal terakhir yang akan dibicarakan pemerintah pusat,”jelas Maulana.

Untuk itu kepada calon tamu baik asing maupun domestik, harus memahami aturan-aturan yang berlaku di daerah tujuan wisata, karena kondisi belum normal.

Pengelola hotel juga harus benar-benar perhatikan protokol kesehatan untuk keamanan, keselamatan dan kenyamanan tamu.

Dulu, ujar Maulana, hotel berlomba memperlihatkan fasilitasnya sebagai daya tarik. Sekaranh terbalik. Yang di ekspose adalah prorokol kesehatan yang dilakukan oleh hotel-hotel, bagaimana membersihkan kamar, penerapan social distancing dan sebagainya.

“Karena traveller akan mencari tempat yang bisa meyakinkan bahwa mereka akan aman selama menginap,” pungkas Yusran. (hpr)