Sekretaris Umum Bamusi Nasyirul Falah Amru (Gus Falah)

PP Bamusi Instruksikan Seluruh Kader Doakan Kesembuhan KH Said Aqil Siradj

JAKARTA (Independensi.com)  – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj telah terkonfirmasi positif virus Corona atau Covid19.

Informasi itu dikonfirmasi langsung oleh Sekretaris Pribadi Kiai Said Aqil, M Sofwan Erce. Hasil tes PCR Kiai Said Aqil keluar pada Sabtu (28/11/2020),  dan menunjukkan ulama besar kaum Nahdliyin tersebut positif Covid-19.

Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) menyatakan, kabar mengenai Kiai Said Aqil tersebut merupakan cobaan dan ujian bagi umat Islam Indonesia khususnya, serta seluruh rakyat Indonesia pada umumnya.

Sekretaris Umum Bamusi Nasyirul Falah Amru (Gus Falah) mengungkapkan, keprihatinan tentunya juga sangat dirasakan seluruh warga NU dan kader PDI Perjuangan. Sebab, Kiai Said Aqil selama ini merupakan ulama yang istiqomah membumikan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

“Alhamdulillah, kondisi beliau sehat dan sedang dirawat secara intensif di salah satu rumah sakit di Jakarta. Dari itu, kami atas nama kader PDI Perjuangan dan pengurus pusat Bamusi memohon kepada segenap pengurus dan anggota Bamusi serta PDI Perjuangan di seluruh Indonesia untuk mendoakan guru kita bersama, KH Said Aqil Siradj,” ujar Gus Falah, dalam keterangan resmi Bamusi, Senin (30/11/2020).

Selain itu, Bamusi juga menginstruksikan kepada pengurus Bamusi di pusat dan daerah  untuk menggelar doa bersama dan membacakan shalawat Tibbil Qulub sebanyak 111 kali, serta shalawat Nariyah sebanyak 11 kali secara serentak.

Doa ini sebagai bentuk ikhtiar Bamusi untuk mendoakan KH Said Aqil Siradj supaya segera diberikan kesembuhan oleh Allah SWT.

“Semoga, kita semua selalu dalam  lindungan Allah SWT dan selalu diberikan kesehatan, serta virus  Covid-19 segera berakhir,” ujar Gus Falah, yang juga Bendahara PBNU itu.

Seruan doa bersama oleh PP Bamusi tersebut diaminkan serta didukung oleh Ketua DPP PDI Perjuangan yang juga Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Basarah.

Dia mengatakan, tradisi mendoakan pemimpin adalah sesuai dengan ajaran Islam dan akhlak Rasulullullah SAW.

“Apalagi Kiai Said adalah guru kita semua dan pemimpin tertinggi di Nahdlatul Ulama sebagai Ketua Umum PBNU saat ini,” ujar Ahmad Basarah.