WHO : Vaksin Tidak Bisa Akhir Pandemi Covid 19

JAKARTA (IndependensI.com) – Penantian panjang masyarakat dunia akan kehadiran vaksin Covid 19 nampaknya sedikit lagi bakal terwujud. Vaksin dari berbagai belahan dunia bakal tersedia dalam waktu dekat.

Namun, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan, vaksin tak bisa jadi andalan satu-satunya dalam mengakhiri Pandemi yang telah berjalan setahun terakhir.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga mengungkapkan hal yang sama, bahwa dengan hadirnya vaksin maka tak berarti nol kasus covid-19. Setiap orang tetap harus melakukan protokol kesehatan yakni #pakaimasker, #jagajarak, dan #cucitangan dengan sabun.

“Jangan mengira setelah ada vaksin berarti akan bebas, tidak pakai masker lagi. Salah. Tetap masih pandemi,” kata Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia (PP Peralmuni) Profesor Iris Rengganis dikutip dari CNNIndonesia.com, Kamis (24/12/2020).

Terdapat sejumlah alasan mengapa setiap orang tetap harus menerapkan protokol kesehatan meski vaksin sudah tersedia.

Iris menjelaskan vaksin akan diberikan kepada masyarakat secara bertahap karena jumlah vaksin masih terbatas. Alhasil, masih akan banyak orang yang belum divaksin sehingga virus tetap dapat menyebar dan berisiko menginfeksi siapa saja.

Berdasarkan teori, suatu wilayah dapat dikatakan bebas dari penyakit jika sudah terjadi kekebalan kelompok atau herd immunity. Kondisi ini bisa dicapai dengan pemberian cakupan vaksin mencapai 90 persen. Menurut Iris, cakupan vaksin ini di Indonesia baru bisa dicapai setelah beberapa waktu.

“Sesuai rekomendasi harus 70 persen, berarti di Indonesia dengan 280 juta penduduk perlu sekitar 160-170 yang divaksin. Atau setidaknya 50 persen saja itu 140 juta orang. Butuh waktu yang lama,” kata Iris.

Iris belum bisa memastikan berapa lama waktu yang dibutuhkan agar seluruh masyarakat dapat menerima vaksin. Oleh karena itu, Iris menyarankan agar setiap orang tetap taat pada protokol kesehatan hingga pandemi dinyatakan benar-benar berakhir.

“Tetap harus 3M, cuci tangan dengan air mengalir, menjaga jarak minimal 1,5 meter, dan menjaga jarak,” tutur Iris.