Menteri PUPR dan Menteri ATR/BPN bersama Wali Kota Bekasi meninjau kolong jalan tol Kalimalang Bekasi yang sering dilanda banjir saat hujan lebat. (humas)

Banjir Kolong Tol Kalimalang Bekasi, Dua Menteri Tinjau Penyebab Banjir

BEKASI (IndependensI.com)-  Setiap hujan lebat, Jalan Raya Kalimalang KH Noer Alie tepatnya di kolong jalan tol Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat, pasti banjir, dan tidak dapat dilalui kensaraan.

Padahal, jalan nasional itu salah satu akses dari Jakarta ke Kota Bekasi dan sebaliknya. Sudah puluhan tahun, jalan ini selalu dilanda banjir, seperti terjadi hari Minggu (24/1/2021).

Terkait hal itu, Rabu (27/1/2021), Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)   Basuki Hadimuljono, mendatangi lokasi. Kedua menteri itu didampingi Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, meninjau guna mengetahui penyebab banjir. Tinjauan itu, juga berhubungan program penyelesaian banjir Jabodetabek.

Rombongan ini langsung melihat  Kali Cakung yang bersebelahan dengan area Komersil Kota Bintang Kota Bekasi.

Menteri  Sofyan Djalil mengatakan yang menjadi fokus pada peninjuannya kali ini,  adanya penyempitan sungai karena pihak pengembang membangun tidak sesuai standar. Maka upaya yang dilakukan bersama Kementerian PUPR, Developer dan Pemkot Bekasi bagaimana mengembalikan fungsi sungai.

Disebutkan, dengan adaya pelanggaran atau ketelanjuran ini bukan berarti masuk ranah pidana. Namun diberlakukan restorasi juctice sehingga pihak pengembang bersedia mengembalikan fungsi Sungai Cakung.

“Nah intinya adalah ini harus kita dikembalikan fungsinya. Fungsinya sungai harus kuncinya dikembalikan sebagai badan air. Sehingga nanti tidak jadi gara-gara properti ini banjir sebelah sana. Jadi kalau dulu airnya bisa seribu liter per detik, nanti akan dikembalikan ke fungsi itu. Restorasi justice,” kata Sofyan Djalil.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pihaknya berupaya mengatasinya tahun ini melalui program pengembalian fungsi sungai dapat dilaksanakan bekerjasama dengan stakeholder terkait. Tapi  rerlebih dahulu melakukan desain sesuai keberadaan lokasi komersil Kota Bintang, katanya.

“Saya kira masih ada lahan. dengan investor kita cari solusinya dan desain bareng untuk bisa Kita  mengembalikan fungsinya,” ujar Basuki.

Sebelumnya, Kementerian PUPR dan Deputi ATR/BPN meninjau kolong Jakarta Outer Ring Road (JORR), Kalimalang pada saat bajir beberapa waktu lalu. Hasilnya, Kali Cakung mengalami penyempitan badan sungai yang seharusnya 12 meter eksisting hanya tinggal enam meter.

“Jadi banjir kemarin di kolong tol dan ini terjadi terus-terusan. Waktu banjir saya turunkan tim di sini. Dan evaluasinya bersama dengan deputi ATR pa Situmorang ditemukan bahwa ini aslinya kan 12 meter, lebarnya. Itu bisa diitung debitnya berapa maksimum. Begitu masuk kesini, itu menjadi 6 meter. Kita sekarang, ATR memiliki mekanisme restoratif justice,” kata Basuki.

Ia mengakui sudah investasi besar. Jadi kita cari jalan keluarnya untuk tetap mempertahankan fungsi sungai sebagai drainasenya. Nanti Wali Kota juga punya program embung-embung di sini.

“Nanti, saya tanyakan. Tapi intinya hari kita melihat mengembalikan fungsi yg menjadi kecil dikawasan ini. Saya kira masih ada lahan. dengan investor kita cari solusinya dan desain bareng untuk bisa kita  mengembalikan fungsinya,” tegas Basuki.

Sementara Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyatakan dukungannya  terkait program pengembalian fungsi Kali Cakung yang diinisiasi Pemerintah Pusat melalui Menteri ATR/BPN dan Menteri PUPR.

Pemkot Bekasi juga terus melakukan upaya agar banjir diwilayah aliran Kali Cakung bisa teratasi mulai program penyelesaian banjir dari hulu sungai di Jatisampurna. Polder Dosen IKIP, menuju perumahan Duta Kranji hingga mengarah ke Kanal Banjir Timur.

“Kali Cakung hulunya di Jatisampurna, kita buat Polder di IKIP Jatikramat, dan di Perumahan Duta kita siapkan 2,2 hektare untuk dijadikan embung mengarah ke Kanal Banjit Timur (KBT). Kita koordinasikan terus agar penyelesaian banjir secara dilakukan mengingat elevasi Kota Bekasi, 29 meter diatas permukaan laut,” ungkapnya.

Kolong Tol di Jalan Kalimalang ini, berada di sisi Kalimalang dan kondisi jalan rendah. Sementara di sekitarnya terdapat bangunan dan perumahan. (jonder sihotang)