Hari Kartini Momentum Bagi Perempuan Indonesia untuk Terus Berkarya

JAKARTA (IndependensI.com) – Momentum Hari Kartini yang diperingati setiap 21 April, tidak hanya mengenang perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan hak-hak kaum perempuan. Lebih dari itu, perempuan di Indonesia harus bisa meneruskan perjuangan RA Kartini di masa lalu.

“Hari Kartini harus menjadi tantangan perempuan Indonesia agar mampu meneruskan perjuangan beliau, salah satunya dengan karya-karya perempuan Indonesia untuk mengharumkan nama bangsa tidak hanya di dalam negeri tapi juga dikancah dunia,” kata Ketua Umum Angkatan Muda Partai Berkarya (AMPB) Fauzan Rachmansyah, di Sekretarian AMPB, Jakarta Selatan, Kamis (22/4/2021).

Fauzan melanjutkan, Hari Kartini di tengah pandemi Covid 19 ini harus dijadikan momentum kebangkitan bagi perempuan Indonesia untuk berkarya, sehingga mampu menghasilkan karya-karya  terbaik yang dapat membantu perekonomian keluarga maupun Negara.

“Dalam salah satu suratnya, Kartini berkata : Tubuh boleh terpasung, tapi jiwa dan pikiran harus terbang sebebas-bebasnya. Kata-kata itu adalah pemberi semangat bagi para perempuan yang tertahan di rumah dan tak boleh berdiam diri, harus terus berkarya memberikan yang terbaik bagi keluarga dan negaranya. Karena peran perempuan di tengah pandemi juga sangat vital dalam menekan penularan virus Corona,” imbuhnya.

Sermentara itu, Wakil Ketua Umum AMPB Tiffany Rebbeca Bangun mengatakan, Partai Berkarya selalu ambil bagian untuk memeriahkan peringatan Hari Kartini yang jatuh tiap tanggal 21 April tersebut. Hal ini dilakukan agar semnagat Kartini tertular di kalangan perempuan Partai Berkarya.

“Memperingati Hari Kartini, sayap Partai Perempuan Berkarya menggelar lomba pidato, karya-karya perempuan Berkarya, buka puasa bersama, dan lain sebagainya. Kita ingin semangat perjuangan RA Kartini diteruskan oleh perempuan-perempuan Indonesia,” ujarnya.

Tiffany juga mengatakan, perempuan Indonesia juga harus mendapatkan hak yang sama dengan laki-laki dalam mendapatkan pendidikan. Menurutnya, RA Kartini di masa lampau tidak pernah putus memperjuangkan betapa pentingnya memberikan kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mendapatkan pendidikan.

“Karena peranan perempuan yang begitu nyata dan penting dalam mendidik keluarganya dan bahkan dalam membangun peradaban yang berkeadilan. Jika perempuan diberi akses yang sama ke dalam pendidikan dan perekonomi, maka perempuan juga bisa memberikan tambahan yang signifikan bagi perekonomian keluarga dan Negara,” tuturnya.