DJKA Siapkan Rp 11 M untuk Program Mudik Motor Gratis

JAKARTA (independensi.com) – Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 11 miliar untuk program mudik Motor Gratis bagi para pemudik pada lebaran 1443 H (2022).

Berbeda dengan program mudik Motor Gratis tahun-tahun sebelumnya dimana program mudik motor Gratis ini hanya diberikan kepada calon pemudik yang sudah memiliki tiket kereta api untuk mudik, untuk tahun ini program mudik Motor Gratis juga berlaku bagi calon pemudik yang sudah memiliki tiket bus atau travel untuk mudik.

“Sesuai arahan Menteri Perhubungan, cakupannya kita perluas, bukan hanya bagi pemilik tiket kereta api tapi pemilik tiket bus dan travel juga boleh ikut program mudik Motor Gratis,” kata Dirjen Perkeretaapian Zulfikri pada acara buka puasa bersana dengan tema “Mudik Aman dan Mudik Sehat” di Cafe Melanglang Kementerian Perhubungan, Senin (26/4)

Tujuannya tidak lain untuk meningkatkan keselamatan dan mengurangi pemudik dengan sepeda motor.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api, Mohamad Risal Wasal menjelaskan,
target program Motor Gratis tahun ini yaitu sebanyak 9.240 motor

Motor para pemudik nantinya akan diangkut dengan kereta api dari Jakarta Gudang. Jalur Utara akan berakhir di stasiun Tawang Semarang adapun jalur Selatan akan berakhir di stasiun Purwosari Solo.

Mengapa hanya sampai Jawa Tengah dan tidak dilanjutkan hingga Surabaya? Menurut Risal karena peminat ke wilayah Jawa Timur sangat sedikit sehingga dinilai kurang efektif.

Data yang didapat pada siang ini, pemudik yang mendaftar lewat lintas utara adalah sebanyak 654 motor dan lintas selatan sebanyak 1.613 motor, 24% sudah terpenuhi dari target yang disiapkan.

Hasil survei Badan Litbang Kemenhub, pada lebaran tahun 2022 itu ada sekitar 85 juta pemudik, dimana pemudik dengan kereta api diperkirakan sebanyak 7,66 juta orang. Jumlah ini naik sekitar 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya

Untuk kapasitas penumpang kereta api jarak jauh, jarak menengah dan lokal lebih
dari cukup. Jika permintaan melebihi kapasitas yang tersedia akan disiapkan kereta api tambahan.

Untuk meningkatkan faktor keamanan dan keselamatan telah dilakukan ramp check oleh para inspektor pada sarana seperti lokomitif dan gerbong kereta, prasarana seperti rel, jembatan dan perlintasan serta sumber daya manusianya sejak 15 Maret. (hpr)