Tim Nasional Prancis (Foto: fff.fr)

Prancis Dibayangi Kutukan Juara Bertahan

JAKARTA (IndependensI.com) – Prancis akan menghadapi Australia pada pertandingan Grup D Piala Dunia 2022 di Qatar, Rabu (23/11/2022) dini hari WIB. Laga itu akan menjadi penampilan perdana “Les Bleus” sebagai juara bertahan.

Prancis meraih trofi juara usai mengalahkan Kroasia 4-2 pada final Piala Dunia 2018 di Moskow, Rusia. Namun status juara bertahan menjadi beban setelah dua juara sebelumnya gagal lolos dari penyisihan grup di gelaran berikutnya.

Spanyol yang mengalahkan Belanda 1-0 pada final Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, menempati urutan tiga klaesmen akhir Grup B Piala Dunia 2014 di Brasil. Spanyol hanya meraih tiga poin. Belanda menjadi juara grup dengan nilai maksimal sembilan poin, diikuti Cile sebagai runner-up grup dengan enam poin. Waktu itu, Spanyol hanya lebih baik dari Australia yang gagal meraih satu angka pun.

Jerman yang menaklukkan Argentina 1-0 untuk meraih trofi juara Piala Dunia 2014 di Brasil, menjadi juru kunci Grup F World Cup 2018. “Tim Panzer” hanya mampu mengumpulkan tiga poin, hasil kemenangan 2-1 atas Swedia. Ironisnya, Swedia keluar juara grup dengan enam poin, unggul selisih gol atas Meksiko. Urutan tiga ditempati Korea Selatan yang unggul selisih gol atas Jerman.

Melihat lebih jauh ke belakang, Prancis harus lebih waspada. Usai meraih menjuarai Piala Dunia untuk pertama kalinya pada 1998, “Ayam Jantan” harus pulang kampung setelah hanya bermain tiga kali. Pada World Cup 2002 di Korea Selatan dan Jepang, Prancis menempati posisi buncit klasemen akhir Grup A. Prancis waktu itu hanya mendapatkan satu poin hasil imbang tanpa gol melawan Uruguay di pertandingan ketiga.

Pada pertandingan perdananya sebagai juara bertahan, Prancis ditekuk Senegal 0-1 di Seoul. Pada pertandingan ketiga, Prancis dikalahkan Denmark 0-2. Denmark menjadi juara grup dengan tujuh poin, diikuti Senegal dengan lima poin, dan Uruguay dua poin.