![]()
JAKARTA (Independensi.com) – Upaya percepatan transformasi ekonomi di kawasan transmigrasi memasuki babak baru. Direktorat Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Transmigrasi, Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia, resmi membuka BOOTCAMP PENGUATAN KELEMBAGAAN EKONOMI TRANSMIGRASI LEVEL UP! Transmigration Creative Economy, sebuah program akselerasi ekonomi yang digelar pada 20–22 November 2025 di Grand Mercure Jakarta Kemayoran.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Direktur Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Transmigrasi, Muhammad Qufal Umaternate, S.STP., M.Si, dan dihadiri ratusan peserta dari berbagai kawasan transmigrasi di Indonesia.
Ekosistem Ekonomi Transmigrasi Harus Naik Kelas
Wakil Menteri Transmigrasi H. Viva Yoga Mauladi, M.Si., saat membuka acara menegaskan pentingnya memperkuat seluruh lembaga ekonomi yang sudah hidup di kawasan transmigrasi mulai dari koperasi, BUMDes, UMKM, hingga korporasi swasta.
Menurutnya, lembaga-lembaga ekonomi itu telah membuktikan kontribusinya dalam meningkatkan pendapatan masyarakat transmigran. Namun kini, ia menilai saatnya ekosistem tersebut naik kelas.
“Kita ingin pekerjaan ini menjadi bagian penting peningkatan kapasitas, terutama dalam ekonomi digital dan pengembangan jaringan usaha. Seluruh lembaga ekonomi dari koperasi hingga korporasi harus bergerak bersama untuk memperkuat ekonomi kawasan transmigrasi,” ujar Wamen Viva Yoga.
Ia menegaskan bahwa jika seluruh ekosistem terintegrasi, sektor ekonomi transmigrasi berpotensi masuk ke rantai industri nasional, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan membuka akses pasar baru, termasuk ekspor.
Bangun Ekosistem Ekonomi yang Berakar pada Kearifan Lokal
Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua sekaligus Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi, Dr. Velix Vernando Wanggai, menekankan bahwa program ini menjadi ruang pembelajaran bagi masyarakat transmigrasi dalam memperkuat produk unggulan dan lembaga ekonomi lokal.
Menurutnya, setiap kawasan memiliki karakteristik dan tantangan berbeda ada yang cocok dengan model koperasi, korporasi, hingga yayasan.
“Kita ingin menemukan model desain kelembagaan ekonomi yang tepat untuk setiap kawasan. Materi bootcamp ini sangat relevan, mulai dari marketing, analisis pasar, strategi negosiasi, hingga manajemen keuangan,” ujar Velix.
Velix juga menyinggung pengalaman relokasi transmigran dari wilayah terdampak bencana seperti erupsi Merapi, banjir, dan konflik sosial sebagai bagian dari adaptasi kebijakan transmigrasi di masa depan.
Materi Intensif: Dari Penguatan Kelembagaan hingga Live Shopping
Bootcamp Level Up! ini menghadirkan kombinasi materi strategis, soft skill, dan praktik langsung yang dirancang untuk menciptakan pelaku usaha transmigrasi yang tangguh dan berdaya saing.
1. Fondasi Kelembagaan dan Visi Transmigrasi Modern
Materi strategis diberikan oleh:
Dr. Ir. Harlina Sulistyorini, M.Si.
Arah Baru Transmigrasi dan Penguatan Kelembagaan
Prof. Viverita, S.E., M.M., Ph.D. Tata kelola, manajemen kelembagaan, dan akuntabilitas berkelanjutan
2. Penguatan Soft Skill dan Komunikasi
Pembicara publik ternama Choky Sitohang membawakan sesi:
Speak to Grow: Komunikasi Hebat, Wirausaha Kuat
Peserta dilatih kemampuan presentasi, persuasi, hingga pitching kepada calon investor.
3. Praktik Digital Economy dan Creative Marketing
Peserta mengikuti workshop intensif berbasis praktik, antara lain:
Peta Harta Karun Kawasan Transmigrasi pemetaan potensi usaha
Bengkel Konten Cepat produksi konten digital
Buka Toko Online (Shopee & TikTok)
Penataan Toko & Strategi Afiliasi
Live Shopping Intensif pembekalan teknik penjualan real-time
Semua materi ini dirancang untuk menyiapkan pelaku usaha transmigrasi memasuki pasar digital dan meningkatkan daya saing mereka di sektor ekonomi kreatif.
Arah Baru Transmigrasi: Kesejahteraan untuk Semua
Bootcamp ini sekaligus menjadi momentum penting untuk mempertegas arah baru transmigrasi sebagai pusat ekonomi baru yang tumbuh inklusif dan berkelanjutan.
Melalui penguatan kelembagaan, digitalisasi UMKM, dan integrasi ekosistem ekonomi lokal, pemerintah berharap transmigrasi menjadi lompatan besar bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat di seluruh kawasan.
Dengan tagline “Transmigrasi: Kesejahteraan untuk Semua!”, program ini diharapkan mampu melahirkan pelaku usaha unggul yang siap menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional dari kawasan transmigrasi.

