Seremoni pelepasan ekspor perdana produk Coffee Wood dan Coconut Rope Dog Chew dari Desa Sejahtera Astra Purworejo, Jawa Tengah, ke Eropa dan Amerika Serikat, sebagai bagian dari penguatan kewirausahaan desa berbasis ekspor yang dilakukan pada 27 Februari 2025 lalu.

Dari Hutan Lestari hingga Produk Desa Mendunia, Astra Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Komunitas

Loading

JAKARTA (Independensi.com) – Upaya pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat terbukti dapat berjalan beriringan. Melalui berbagai program pemberdayaan komunitas, Astra mendorong perubahan sosial yang berkelanjutan dengan mengintegrasikan aspek lingkungan, kewirausahaan, pendidikan, dan kesehatan dalam satu ekosistem pembangunan desa.

Salah satu contoh nyata terlihat dari perubahan mata pencaharian masyarakat yang beralih profesi menjadi pemandu wisata berbasis alam. Langkah ini tidak hanya membuka sumber pendapatan baru bagi warga, tetapi juga memperkuat komitmen pelestarian hutan, karena masyarakat turut berperan langsung menjaga ekosistem yang menjadi tumpuan wisata berkelanjutan.

Melalui pilar kewirausahaan, Astra secara konsisten mendorong penguatan ekonomi lokal berbasis potensi unggulan desa sekaligus memperluas akses pasar. Peran Akhmad Sobirin, Penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards Tahun 2016 Bidang Kewirausahaan, bersama Tokoh Penggerak Desa Sejahtera Astra Semedo, Banyumas, menjadi salah satu contoh keberhasilan nyata. Inisiatif pengembangan gula semut berbasis komunitas berhasil meningkatkan nilai tambah produk secara signifikan.

Kelompok tani yang semula hanya beranggotakan 25 orang kini berkembang menjadi lebih dari 1.500 petani. Nilai jual produk yang sebelumnya berada di kisaran Rp2.000–5.000 per kilogram, meningkat menjadi gula semut berkualitas ekspor dengan harga mencapai Rp15.000 per kilogram. Peningkatan ini berdampak langsung pada kesejahteraan petani dan penguatan ekonomi desa.

Keberhasilan serupa juga tercatat di berbagai wilayah lain. Desa Sejahtera Astra Purworejo, Jawa Tengah, berhasil menembus pasar Eropa dan Amerika Serikat melalui ekspor produk Coffee Wood dan Coconut Rope Dog Chew dengan nilai mencapai Rp43,52 miliar. Capaian tersebut diikuti dengan peningkatan pendapatan masyarakat hingga 70 persen.

Sementara itu, Desa Sejahtera Astra Pandeglang, Banten, mencatatkan sejarah dengan pelepasan ekspor perdana 5.000 ekor ikan mas sinyonya ke Vietnam. Di kawasan timur Indonesia, Desa Sejahtera Astra Bajawa, Nusa Tenggara Timur, sukses mengekspor 15 ton kopi ke Thailand dengan nilai lebih dari Rp1,65 miliar, melibatkan lebih dari 200 petani lokal.

Beragam capaian di berbagai daerah tersebut menegaskan bahwa pemberdayaan komunitas yang dilakukan secara konsisten, kolaboratif, dan berbasis kebutuhan lokal mampu menghadirkan perubahan nyata. Pendekatan ini tidak hanya berorientasi pada hasil ekonomi jangka pendek, tetapi juga pada keberlanjutan dampak sosial dan lingkungan bagi generasi mendatang.

Ke depan, Astra akan terus memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui integrasi berbagai inisiatif dalam payung Desa Sejahtera Astra. Langkah ini sejalan dengan cita-cita Astra untuk sejahtera bersama bangsa serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia.

About The Author