![]()
BEKASI (Independensi.com)- Kemajuan teknologi yang semakin canggih di era saat ini, bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Bhagasasi, akan dijadikan sebagai peluang mempermudah layanan bagi masyarakat.
Bagian IT Perumda Tirta Bhagasasi, dalam beberapa bulan ke depan, akan menerapkan artificial intelligence (AI). Penerapan AI ini, dapat meminimalisasi penggunaan sumber daya manusia (SDM), tanpa dibatasi jam kerja harian.
Penerapan digitalisasi di perusahaan daerah ini, dipastikan semakin berkembang. Hal itu seiring dengan perkembangan dunia informasi teknologi (IT) yang semakin maju.
Ke depan, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemkab Bekasi ini, bakal menerapkan kemajuan IT masa kini demi memudahkan para pelanggan, maupun para pegawai.
Kemudian, loket pembayaran tagihan pemakaian air yang selama ini didatangi pelanggan, akan dihilangkan. SDM yang tadinya di loker, akan dialihkan untuk mengerjakan yang lainnya.
“Selain itu, kami akan menggunakan teknologi AI,” ungkap Kepala Bagian IT Perumda Tirta Bhagasasi, Irwan Indrawan, kemarin.
Disebut, penerapan teknologi AI untuk menjawab pengaduan konsumen sehingga pegawai di customer service (CS) semakin berkurang.
“Laporan maupun pengaduan pelanggan yang masuk melalui telepon atau WA (WhatsApp), nanti AI yang menjawabnya. Sekarang ini, teknologinya sedang dikerjakan. Insya Allah dalam waktu enam bulan ke depan, sudah rampung,” ujarnya.
Penggunaan teknologi AI, merupakan instruksi direksi, khususnya Direktur Utama Perumda Tirta Bhagasasi, Reza Lutfi. Idealnya, penerapan teknologi AI, dapat menjawab pengaduan pelanggan selama 24 jam nonstop.
“Keinginan Pak Dirut, nantinya CS akan hilang. Dampaknya, akan ada efisiensi anggaran dan SDM akan dialihkan ke tugas yang lain,” tambahnya.
Selain Bagian IT, di Bagian Transmisi dan Distribusi (Trandis) juga siap-siap meluncurkan program IT terbaru.
Bagian Trandis, akan membuat gebrakan dengan meluncurkan program IT yang dapat mendeteksi kebocoran jaringan pipa air, termasuk memantau tekanan air di jaringan pipa, peta jaringan perpipaan dan sebagainya.
Tentu, upaya ini dapat diwujudkan dengan melakukan sinergi antar bagian, tidak berjalan sendiri. Koordinasi antar bagian dan kantor cabang di lapangan, harus terbangun dengan kemajuan teknologi.
Tujuannya, meningkatkan dan memperluas cakupan layanan air bersih bagi masyarakat.
Dengan kolaborasi yang kuat antardivisi, diharapkan Perumda Tirta Bhagasasi dapat mewujudkan visi misi Kuasa Pemilik Modal (KPM) mewujudkan Kabupaten Bekasi Bangkit, Maju dan Sejahtera.
Dan saat ini, guna mempermudah pelanggan terkait pembayaran rekening air pelanggan, serta pembayaran non-air seperti pasang baru (PB), penyambungan kembali (PK), ganti “water meter”, maupun balik nama, Bagian Informasi Teknologi (IT) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Bhagasasi Bekasi, kini sedang gencar melakukan sosialisasi penerapan teknologi digitalisasi.
Sosialisasi dilaksanakan di kantor cabang, Perumda Tirta Bhagasasi yang tersebar di wilayah Kabupaten Bekasi.
Prinsipnya, kita ingin meniadakan penggunaan kertas ‘printer’, secara bertahap. Kondisi ini, tergantung dari karakteristik pelanggan di wilayah layanan masing-masing, ujarnya.
Bagi pelanggan yang berdomisili di perkotaan, akan menggunakan sistem pembayaran secara digital. Berbeda dengan pelanggan yang berada di wilayah pelosok, masih ketergantungan dengan pembayaran ke loket-loket layanan. Namun secara perlahan, loket akan ditiadakan.
Dengan menerapkan digitalisasi kepada para pelanggan, dapat meningkatkan efisiensi, seperti penggunaan kertas printer, mengurangi penggunaan tinta serta listrik.
Sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemkab Bekasi, saat ini, Perumda Tirta Bhagasasi telah menerapkan aplikasi “Pendekar Bhagasasi”.
Ini memudahkan pelanggan mengetahui pemakaian air bulanan, tagihan maupun pembayaran rekening. Serta masih banyak lagi manfaat yang didapat oleh pelanggan. (jonder sihotang)

