![]()
JAKARTA (Independensi.com) – Sekretariat Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menggelar kegiatan Iftar Media Gathering bertajuk “Memperkuat Sinergi dan Kolaborasi” di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta, Kamis (12/3/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan media sekaligus menyampaikan capaian kinerja Kawasan Ekonomi Khusus kepada publik.
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat pemerintah, di antaranya Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Rizal Edwin Manansang, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Moh. Edy Mahmud, serta para redaktur pelaksana dan jurnalis ekonomi dari berbagai media nasional. Selain itu, kegiatan ini juga diikuti oleh perwakilan Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK dari berbagai kawasan di Indonesia.

Dalam sambutannya, Rizal Edwin Manansang menegaskan bahwa media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat mengenai perkembangan dan kontribusi Kawasan Ekonomi Khusus terhadap perekonomian nasional.
Menurutnya, kegiatan media gathering ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi di bulan Ramadan, tetapi juga merupakan forum komunikasi penting antara pemerintah dan media untuk memperkuat pemahaman publik mengenai kebijakan dan capaian KEK.
“Media memiliki peran penting dalam membangun narasi publik yang positif dan kredibel mengenai perkembangan KEK. Melalui kerja sama yang baik dengan media, informasi mengenai investasi, pertumbuhan ekonomi kawasan, serta dampaknya bagi masyarakat dapat tersampaikan secara lebih luas,” ujar Rizal Edwin Manansang.

Ia menjelaskan, hingga tahun 2025 pemerintah telah menetapkan 25 Kawasan Ekonomi Khusus di berbagai wilayah Indonesia. Pengembangan kawasan tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan investasi, mendorong ekspor, serta memperkuat hilirisasi industri.
Selain itu, KEK juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru sekaligus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi daerah yang dapat mendorong pemerataan pembangunan di berbagai wilayah Indonesia.
Pasca diberlakukannya Undang-Undang Cipta Kerja, kegiatan industri di KEK juga semakin berkembang dan mencakup berbagai sektor, mulai dari manufaktur, pariwisata, ekonomi digital, hingga sektor jasa kesehatan dan pendidikan.

Momentum kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk menyampaikan capaian kinerja kumulatif KEK hingga tahun 2025, termasuk realisasi investasi yang menjadi indikator penting keberhasilan pengembangan kawasan tersebut. Informasi ini merupakan tindak lanjut dari hasil Rapat Kerja Nasional KEK Triwulan IV yang menyoroti perkembangan investasi serta kontribusi KEK terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Selain memaparkan capaian kinerja, forum ini juga menjadi ruang dialog antara pemerintah dan media untuk membahas arah kebijakan pengembangan KEK ke depan, termasuk target pembangunan pada tahun 2026 serta dukungannya terhadap Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa peningkatan kualitas dan akurasi data KEK menjadi fokus penting pemerintah. Untuk itu, kerja sama antara Dewan Nasional KEK dan Badan Pusat Statistik (BPS) terus diperkuat dalam hal penghimpunan, pengolahan, dan penyajian data agar informasi yang disampaikan kepada publik semakin akurat dan dapat mendukung kebijakan berbasis data.
Melalui kegiatan Iftar Media Gathering ini, Dewan Nasional KEK berharap kemitraan dengan media massa dapat terus diperkuat sehingga informasi mengenai perkembangan kawasan ekonomi khusus dapat tersampaikan secara objektif, berimbang, dan konstruktif kepada masyarakat luas.

Acara kemudian ditutup dengan sesi diskusi santai dan buka puasa bersama dalam suasana hangat, mencerminkan semangat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan media dalam mendukung percepatan pembangunan ekonomi nasional melalui pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus di Indonesia.

