![]()
BEKASI (Independensi.com)- Jumlah masyarakat yang kesulitan air bersih dampak kemarau di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, terus bertambah. Setidaknya, tercatat ada enam desa di tiga wilayah kecamatan yang harus bergantung pada bantuan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, hingga kini, mencatat sebanyak 2.416 KK di enam desa mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih.
Adapun keenam desa tersebut, antara lain Desa Karangindah, Medalkrisna, Sukabungah, Sukamukti di Kecamatan Bojongmangu dan Desa Nagasari di Kecamatan Serangbaru serta Desa Ridogalih di Kecamatan Cibarusah.
Guna memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di enam desa tesebut, jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Bhagasasi bersama instansi terkait dan pengelola kawasan industri, terus melakukan pendistribusian air bersih.
Air disediakan Perumda Tirta Bhagasasi, dan didistribusikan menggunakan mobil tangki kerjasama BPBD dan PMI.
“Penyaluran air bersih terus dilakukan seiring memasuki puncak musim kemarau,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriyadi, kemarin.
Puncak musim kemarau, diperkirakan hingga September 2026. Saat ini, BPBD Kabupaten Bekasi telah menyalurkan bantuan air bersih 380.000 liter dibantu PMI sebanyak 170.000 liter dan pengelola kawasan industri Delta Mas 25.000 liter. Jadi, total sebanyak 575.000 liter per 12 Juli 2026, katanya.
Untuk mengetahui situasi dilapangan, BPBD terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan serta perangkat daerah terkait untuk memastikan pendistribusian air tepat sasaran kepada masyarakat.
Sebelumnya, Direktur Utama Perumda Tirta Bhagasasi Reza Lutfi menyatakan, dalam kondisi masyarakat Kabupaten Bekasi kesulitan air bersih dampak kemarau, sesuai kesepakatan dalam kerjasama BPBD Pemkab Bekasi, pihaknya menyediakan air yang dapat diambil di kantor cabang terdekat se wilayah Bekasi.
“Untuk mendistribusikan ke masyarakat karena keterbatasan mobil angkutan tangki, jadi kita kerjasama dengan BPBD yang mempunyai armada mobil tangki,” katanya. (jonder sihotang)

