DKPP menggelar diskusi terbatas bertajuk Penguatan Lembaga Kode Etik di Ruang Sidang DKPP, Jakarta, Selasa (23/12/2025).

DKPP Dorong Penguatan Lembaga Kode Etik Penyelenggara Pemilu

Loading

JAKARTA (Independensi.com) – Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Heddy Lugito (kedua kiri) menyerahkan cenderamata kepada Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera (tengah) disaksikan Asisten Deputi Koordinator Demokrasi dan Kepemiluan Kemenko Polkam Brigjen TNI Haryadi (kedua kanan) dan Direktur Ideologi, Kebangsaan, Politik, dan Demokrasi Kementerian PPN/Bappenas Nuzula Anggeraini (kiri) dan Anggota Indikator Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Agus Pramono (kanan) menjadi narasumber saat DKPP menggelar Diskusi terbatas bertajuk Penguatan Lembaga Kode Etik di Ruang Sidang DKPP, Jakarta, Selasa (23/12/2025). Diskusi membahas pentingnya penguatan peran dan kewenangan lembaga kode etik guna menjaga integritas, profesionalisme, dan kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemilu di Indonesia.

Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Heddy Lugito memberikan penjelasan saat DKPP menggelar Diskusi terbatas bertajuk Penguatan Lembaga Kode Etik di Ruang Sidang DKPP, Jakarta, Selasa (23/12/2025). Diskusi membahas pentingnya penguatan peran dan kewenangan lembaga kode etik guna menjaga integritas, profesionalisme, dan kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemilu di Indonesia.
Direktur Ideologi, Kebangsaan, Politik, dan Demokrasi Kementerian PPN/Bappenas Nuzula Anggeraini (kanan) memberikan penjelasan disaksikan Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Heddy Lugito (kedua kiri) dan Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera (kedua kanan), Anggota DKPP I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi (tengah), Anggota DKPP Muhammad Tio Aliansyah (kanan) saat DKPP menggelar Diskusi terbatas bertajuk Penguatan Lembaga Kode Etik di Ruang Sidang DKPP, Jakarta, Selasa (23/12/2025). Diskusi membahas pentingnya penguatan peran dan kewenangan lembaga kode etik guna menjaga integritas, profesionalisme, dan kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemilu di Indonesia.
Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera saat DKPP menggelar Diskusi terbatas bertajuk Penguatan Lembaga Kode Etik di Ruang Sidang DKPP, Jakarta, Selasa (23/12/2025). Diskusi membahas pentingnya penguatan peran dan kewenangan lembaga kode etik guna menjaga integritas, profesionalisme, dan kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemilu di Indonesia.
Asisten Deputi Koordinator Demokrasi dan Kepemiluan Kemenko Polkam Brigjen TNI Haryadi saat DKPP menggelar Diskusi terbatas bertajuk Penguatan Lembaga Kode Etik di Ruang Sidang DKPP, Jakarta, Selasa (23/12/2025). Diskusi membahas pentingnya penguatan peran dan kewenangan lembaga kode etik guna menjaga integritas, profesionalisme, dan kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemilu di Indonesia.
Anggota Indikator Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Agus Pramono saat DKPP menggelar Diskusi terbatas bertajuk Penguatan Lembaga Kode Etik di Ruang Sidang DKPP, Jakarta, Selasa (23/12/2025). Diskusi membahas pentingnya penguatan peran dan kewenangan lembaga kode etik guna menjaga integritas, profesionalisme, dan kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemilu di Indonesia.
Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Heddy Lugito (kedua kiri) bersama Asisten Deputi Koordinator Demokrasi dan Kepemiluan Kemenko Polkam Brigjen TNI Haryadi (kedua kanan), Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera (tengah) dan Direktur Ideologi, Kebangsaan, Politik, dan Demokrasi Kementerian PPN/Bappenas Nuzula Anggeraini (kiri), Anggota Indikator Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Agus Pramono (kanan), Anggota DKPP Muhammad Tio Aliansyah (kiri), Anggota DKPP I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi (kiri) dan Sekretaris DKPP Syarmadani menjadi narasumber saat DKPP menggelar diskusi terbatas bertajuk Penguatan Lembaga Kode Etik di Ruang Sidang DKPP, Jakarta, Selasa (23/12/2025). Diskusi membahas pentingnya penguatan peran dan kewenangan lembaga kode etik guna menjaga integritas, profesionalisme, dan kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemilu di Indonesia.

About The Author