![]()
JAKARTA (Independensi.com) – Ganda putra muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin membuat kejutan dengan menumbangkan unggulan kedua asal Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik 21-14, 21-14 di babak kedua Indonesia Open 2026 yang berlangsung di Istora asenayan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Raymond/Joaquin mengaku tak menyangka bisa menang dua game langsung dari Chia/Soh yang merupakan pasangan rangking dua dunia. “Puji Tuhan kami bisa menyelesaikan pertandingan dengan lancar dan tidak ada cedera. Menurut saya hari ini benar-benar luar biasa. Yang paling terasa bagi saya itu dari crowd-nya. Dari kemarin saja menurut saya sudah ramai, tapi puji Tuhan hari ini makin ramai lagi. Itu membuat saya dan Raymond juga makin berambisi lagi mainnya,” kata Joaquin seperti dikutip dari rilis Humas PBSI.
“Kami tidak menyangka menang dua game langsung, soalnya mereka pemain yang sangat berpengalaman di level atas. Sempat rangking satu dunia juga. Strateginya sih tidak mau dikasih tahu, yang penting fokus poin-poinnya saja. Satu poin, satu poin, satu poin, dan adu cepat-cepatan dapat poin saja,” jelas Raymond.
Raymond/Joaquin mengekor langkah Sabar Karyaman Gutama/M. Reza Pahlevi Isfahani yang lebih dulu melaju ke babak perempat final. Sabar/Reza menundukkan ganda putra China, Huang Di/Liu Yang dengan skor 21-15, 15-21, 21-17.
Kemenangan ini menambah keunggulan Sabar/Reza dalam catatan rekor pertemuan dengan Huang/Liu menjadi 4-0. Namun di pertemuan kali ini, Sabar/Reza mesti berjuang hingga tiga game, berbeda dengan tiga pertemuan sebelumnya yang dimenangkan Sabar/Reza dengan straight game.
Sabar/Reza bersyukur bisa melaju ke babak perempat final di turnamen level Super 1000 ini, apalagi performa mereka akhir-akhir ini tengah menurun. Mereka pun mengakui bahwa saat ini tengah berupaya untuk meningkatkan rasa percaya diri setelah kekalahan-kekalahan yang mereka alami.
Di babak perempat final, Sabar/Reza akan berhadapan dengan Chen Bo Yang/Liu Yi (China) atau Zhi Wei He/Huang Jui Hsuan (Chinese Taipei). Sedangkan Raymond/Joaquin ditantang juara dunia 2021, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi dari Jepang.
Sementara itu, ganda putri Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti nyaris menemui kekalahan sebelum menang dalam laga sengit melawan duet Hong Kong, Yeung Nga Ting/Yeung Pui Lam 21-19, 21-18.
“Di awal-awal game pertama kami bisa unggul jauh cuma pas di 18-11 kami terlalu banyak melakukan kesalahan sendiri. Itu poin penting juga untuk hari ini, untuk evaluasi juga, untuk tidak terlalu terburu-buru dan tidak melakukan terlalu banyak kesalahan sendiri,” ungkap Siti Fadia Silva Ramadhanti usai berlaga.
Sedangkan Amalia mengakui agak terburu-buru untuk menyelesaikan pertandingan. Tetapi berkat kerjasama apik, keduanya bisa lepas dari tekanan lawan. “Di game pertama sempat terburu-buru lalu mengikuti pola lawan, kurang bisa meredam. Tapi alhamdulillah kami bisa kembali ambil poin lagi dan memenangkan permainan,” ungkap Amalia.
Alwi Terhenti
Laga perempat final tunggal putra di Indonesia Open 2026 diamankan Jonatan Christie usai menundukkan Alwi Farhan 17-21, 21-17, 21-16 dalam waktu 75 menit. Meski melawan sesama pemain tian rumah, namun Jonatan mengakui pertandingan tadi tidaklah mudah. Ia sadar bahwa Alwi tengah meningkat rasa percaya dirinya setelah menembus babak semifinal Singapore Open 2026 dan mengalahkan Shi Yu Qi dari China.
“Puji Tuhan bisa keluar dari tekanan, bermain lawan teman sendiri, senegara, pastinya enggak mudah. Apalagi Alwi juga pemain muda, minggu lalu saya rasa dia sedang mendapatkan confidence-nya, setelah mengalahkan Shi Yu Qi. Itu suatu hal yang bagus. Saya berharap Alwi bisa bermain lebih matang lagi untuk ke depannya dan bisa belajar dari setiap pengalaman, setiap turnamen yang nantinya akan dihadapi,” kata Jonatan.
Kemenangan ini kian menambah keunggulan Jonatan atas Alwi menjadi 2-0. Pada pertemuan sebelumnya di Korea Open 2025, Jonatan juga menang rubber game dengan skor 18-21, 21-14, 21-15. Alwi berharap Jonatan dapat melangkah lebih jauh dan merebut titel juara untuk Indonesia di turnamen level Super 1000 kali ini. Di babak perempat final, Jonatan akan berhadapan dengan Shi Yu Qi (China) atau Yushi Tanaka (Jepang).

