![]()
BANTEN (Independensi.com) – Regenerasi bulu tangkis Indonesia terus mendapat fondasi kuat melalui Yonex-Sunrise Jaya Raya Junior International Grand Prix 2026. Turnamen yang berakhir di GOR PB Jaya Raya, Bintaro, Tangerang Selatan, Minggu (12/7/2026), kembali menjadi panggung lahirnya talenta-talenta muda dengan kualitas teknik dan mental bertanding untuk menatap persaingan di level dunia.
Dari 14 nomor yang dipertandingkan pada partai final, tuan rumah Jaya Raya tampil sebagai juara umum dengan mengemas empat gelar juara. Kemudian klub Djarum Kudus menuai tiga gelar, Thailand juga menyabet tiga gelar. Sementara Jepang dan Hong Kong masing-masing membawa pulang dua gelar.
Dalam kejuaraan kali ini, para pemain tuan rumah mampu tampil optimal untuk menyingkirkan pesaing-pesaingnya. “Kami bersyukur bisa kembali menjadi juara umum. Pencapaianu ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi yang solid antara para pemain, pelatih, pengurus klub, serta dukungan penuh dari Yayasan Pembangunan Jaya Raya,” ungkap Ketua Umum PB Jaya Raya, Susy Susanti saat acara penutupan turnamen.
Peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 mengatakan, prestasi ini menunjukkan pembinaan yang dilakukan Jaya Raya secara konsisten telah melahirkan atlet-atlet muda yang berpotensi sebagai juara. Karena itu, pihaknya berkomitmen untuk terus menyelenggarakan kejuaraan ini sebagai wadah bagi para pebulu tangkis junior.
“Kami berkomitmen untuk terus menyelenggarakan turnamen ini secara konsisten untuk mengasah kemampuan, menambah pengalaman bertanding, dan mempersiapkan para pebulu tangkis yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ungkap Susy.
Sementara itu, Sekjen PP PBSI, Ricky Soebagdja memberikan apresiasi atas komitmen dan konsistensi PB Jaya Raya dalam menggelar Yonex-Sunrise Jaya Raya Junior International Grand Prix. Menurutnya, turnamen junior bertaraf internasional seperti ini memiliki peran strategis dalam mencetak atlet-atlet muda berbakat yang berpeluang memperkuat Pelatnas PBSI pada masa mendatang.
“Kejuaraan seperti ini harus didukung. Semoga ke depan bisa semakin dikenal di seluruh dunia dan diikuti pemain-pemain dari Eropa dan AS. Dari tim pemandu bakat PBSI, terutama di sektor ganda, banyak bibit-bibit pemain potensial yang kelak bisa direkrut ke pelatnas. Banyak bibit pemain yang bisa dikembangkan lagi,” kata Ricky.
Hal senada disampaikan Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian yang menilai ajang Yonex-Sunrise Jaya Raya Junior International Grand Prix bukan hanya menjadi arena kompetisi bagi pebulu tangkis junior, tetapi juga menjadi wadah penting bagi tim pemandu bakat PBSI untuk memantau perkembangan pemain-pemain potensial.
“Dengan semakin banyaknya peserta dari berbagai negara, kualitas persaingan diharapkan terus meningkat sehingga mampu mempercepat lahirnya generasi baru bulu tangkis Indonesia yang siap bersaing di level dunia. PP PBSI sudah menurunkan Binpresda untuk turut memantau pemain-pemain potensial di seluruh turnamen junior,” ujar Eng.
Wujudkan Mimpi
Dari pertandingan babak final, andalan tuan rumah, Alvin Jefferson Kusuma mewujudkan impian menjadi juara di nomor tunggal putra U-17. Alvin yang menjadi unggulan kedua ini sempat kesulitan untuk menjinakkan permainan agresif pemain Jepang, Taisei Kushima sebelum akhirnya mencatat kemenangan 24-22, 22-20.
“Puji Tuhan bisa podium lagi setelah 2024. Pastinya seneng banget. Terima kasih untuk pelatih, orang tua, dan teman-teman yang memberikan dukungan semangat. Itu memberikan kekuatan bagi saya untuk meraih kemenangan,” ujar Alvin.
Pemain kelahiran Blora, 24 Oktober 2010 mengaku kesulitan untuk mematikan lawan. Dia memainkan reli-reli panjang dan mengkombinasikan serangan serta tekanan agar mengganggu konsentrasi pemain Jepang itu.
“Dia (Kushima) sulit dimatikan dan saya sendiri harus sabar, mainkan stroke, ada celah sedikit langsung eksekusi. Kunci kemenangan saya hanya sabar menunggu kesempatan terbaik untuk menyerang,” kata Alvin.
Pemain andalan Jaya Raya lainnya, Muhammad Zilazik Artando Zakaria mengukuhkan diri sebagai pemain paling tangguh di turnamen ini. Zilazik meraih dua gelar juara. Yakni sukses di ganda putra U-17 bersama Arybka Okta Disabian dengan mengalahkan duet klub Mulya Mandiri, Darrel Fayi Aflah/Han Liang Gunawan dengan skor 21-11, 21-15.
Gelar kedua diberikan Zilazik di nomor ganda campuran. Bersama Afizzah Rahmadhani, di laga pamungkas dia menundukkan Rhama Madsuba Praduwartha/Willia Renasya, 21-17, 21-16.
“Alhamdulilah bisa menang di ganda putra dan ganda campuran. Capek dan lelah bisa terbayar dengan prestasi. Kerjasama dengan Okta sangat bagus untuk bisa menang. Senang juga rasanya bisa membanggakan banyak orang. Kemenangan ini luar biasa,” ungkap Zilazik. “Penonton yang ramai menjadi penambah semangat saya untuk menang,” imbuhnya.
Satu kemenangan klub Jaya Raya digenapi pasangan ganda putra U-19 Muhammad Vito Annafsa/Grendly Alkatib Lumintang. Mereka harus bermain rubber gim sebelum menang atas ganda unggulan teratas, Faizal Pangestu/Anju Siahaan 16-21, 21-17, 21-17. Keriuhan dan teriakan penonton yang menggema di GOR PB Jaya Raya menjadi penambah semangat tanding bagi para pemain tuan rumah.
“Saya bersyukur bisa jadi juara. Tadi di gim-gim pertama lepas karena kami belum bisa meredam permainan agresif lawan. Di gim selanjutnya, mainnya lebih sabar, tidak membuat kesalahan dan fokus saja,” ungkap Grendly.
“Tadi kami bermain dengan penuh percaya diri. Terima kasih buat pelatih dan teman-teman yang sudah memberi dukungan semangat,” kata Vito.
Hasil Final Yonex-Sunrise Jaya Raya Junior International Grand Prix 2026:
Pemula U-15
Tunggal Putra: Tenka Hirashima (Jepang) vs Revie Israel Lumoindong (Indonesia) 21-18, 21-16.
Tunggal Putri: Napatcha Choksakulporn (Thailand) vs Nadda Krirkkitaya (Thailand), 21-19, 21-19.
Ganda Putra: Muhammad Kenzie Iddo Kurniawan/Leo Kenzie Putra Pratama (Indonesia) vs Nopporn Chaipar/Rabchai Vongvai (Thailand), 21-17, 21-16.
Ganda Putri: Nadda Krirkkitaya/Shanitzada Whantongkhum (Thailand) vs Orizae
Ganesha Jofi/Laura Leydisya (Indonesia), 21-6, 21-9.
Remaja U-17
Tunggal Putra: Alvin Jefferson Kusuma (Indonesia) vs Taisei Kushima (Jepang), 24-22, 22-20.
Tunggal Putri: Mau Masuda (Jepang) vs Kungkaek Kakanik (Thailand), 21-14, 16-21, 21-16.
Ganda Putra: Arybka Okta Disabian/Muhammad Zilazik Artando Zakaria (Indonesia) vs Darell Fayi Aflah/Han Liang Gunawan (Indonesia) 21-11, 21-15.
Ganda Putri: Khongkwan Roensri/Pimnapha Thanatanantaphong (Thailand) vs Aura Nadin Gunawan/Afizzah Rahmadhani (Indonesia), 21-14, 21-15.
Ganda Campuran: Muhammad Zilazik Artando Zakaria/Afizzah Rahmadhani (Indonesia) vs Rhama Madsuba Praduwartha/Willa Renasya (Indonesia), 21-17, 21-16.
Taruna U-19
Tunggal Putra: Radithya Bayu Wardhana (Indonesia) vs Boon Le Lim (Malaysia), 21-13, 21-9.
Tunggal Putri: Ip Sum Yau (Hong Kong) vs Micah Genares Cruz (AS), 21-12, 25-23.
Ganda Putra: Muhammad Vito Annafsa/Grendly Alkatib Lumintang (Indonesia) vs Faizal Pangestu/Anju Siahaan (Indonesia), 16-21, 21-17, 21-17.
Ganda Putri: Adelia Nirul M./Yashinta Ristyana Putri (Indonesia) vs Au-Yeung Wing Chi/Chu Wing Chi (Hong Kong), 18-21, 21-18, 21-13.
Ganda Campuran: Cheung Sai Shing/Chu Win Chi (Hong Kong) vs Cheng Ying Kit/Au-Yeung Wing Chi (Hong Kong), 21-14, 3-2 (ret). (*)

