Komang Bagus Wahyu Purustama. (Ist/HO/Pramodana-Detec)

Komang Bagus Sapu Bersih Gelar Ganda, Mika Tuai Debut Juara ITF

Loading

SUKOHARJO (Independensi.com) – Petenis muda Indonesia Komang Bagus Wahyu Purustama menorehkan pencapaian gemilang dengan menyapu bersih gelar ganda pada DETEC International Junior Championship 2026. Berpasangan dengan Joachim Mika Gunawan, Komang sukses menjuarai nomor ganda putra seri kedua turnamen berlevel ITF J30 Sukoharjo setelah menaklukkan unggulan pertama, Rafa Jeconia Verdasco Mangunsong dan Alfaradu Sumirat.

Bertanding di Stadion Tenis Gelora Merdeka, Sukoharjo, Jumat (5/6/2026), pasangan unggulan kedua itu meraih kemenangan dua set langsung dengan skor 7-6(2), 6-3.

Laga final berlangsung ketat, terutama pada set pertama ketika Rafa dan Alfaradu tampil agresif dan terus menekan sejak awal pertandingan. Namun, Komang dan Mika mampu menjaga ketenangan hingga mendominasi tie break sebelum mengunci kemenangan pada set kedua.

“Pertandingannya berlangsung sengit. Di set pertama, Alfa sama Rafa bermain nge-press. Aku enggak siap buat ngembaliin pukulannya. Balasanku kebanyakan out atau net. Kadang-kadang aja masuknya. Untungnya bisa fokus di tie break. Terus di set kedua, Rafa kram kaki. Jadi, kami fokus buat nyelesaiin pertandingan dengan lebih cepat, enggak mati sendiri dan main lebih rapih,” ujar Komang, atlet binaan Kentoeng Tennis Academy Sukoharjo.

Gelar ini memiliki makna khusus bagi kedua pemain. Bagi Mika, trofi tersebut menjadi gelar pertama sepanjang kariernya di sirkuit junior International Tennis Federation (ITF).

Keberhasilan ini bagi Komang terasa lebih spesial karena membuatnya sukses menyapu bersih dua gelar ganda dalam dua pekan penyelenggaraan DETEC International Junior Championship 2026. Pada pekan pertama, petenis asal Bali itu juga keluar sebagai juara ganda saat berpasangan dengan Rangga Wisnu Kresna Rafansyah. Kini, bersama Mika, ia kembali berdiri di podium tertinggi.

Komang mengaku menikmati kembali kerja sama dengan Mika yang dinilainya semakin solid dibandingkan saat pertama kali berpasangan. “Saya sangat bangga dengan pencapaian ini. Rasanya seru kembali bermain bareng Mika. Kami lebih kompak, bisa saling melengkapi dalam pertandingan. Saya belajar dan evaluasi pas main bareng pertama kali di ITF Jakarta. Jadi, ketika Mika ngajak lagi setelah saya pulang dari Davis Cup, saya langsung mengiyakan ajakan,” ujar Komang, siswa SMPN 1 Bendosari, Sukoharjo, Jawa Tengah ini.

Mika pun memberikan pujian kepada partnernya. Menurutnya, Komang memiliki kualitas permainan yang lengkap dan mampu memberikan kontribusi besar sepanjang turnamen. “Tangannya Komang itu istimewa. Enak mainnya,” papar Mika, siswa Life Community School, Jakarta Barat.

Meski berhasil meraih gelar juara, Komang tidak ingin cepat berpuas diri. Prestasi tersebut justru menjadi motivasi tambahan untuk terus meningkatkan kualitas permainan dan bersaing di level yang lebih tinggi. Petenis berusia 14 tahun itu bertekad terus berlatih agar bisa tampil lebih sering di turnamen internasional dan menembus kompetisi ITF dengan level yang lebih tinggi di masa mendatang.

Di sisi lain, Rafa Jeconia Verdasco Mangunsong harus segera melupakan kekecewaan setelah gagal merebut gelar ganda putra. Sebab, petenis muda Indonesia itu masih memiliki peluang meraih trofi pada nomor tunggal putra. Rafa kembali menghadapi tantangan berat saat menjalani final ulang melawan petenis Amerika Serikat, Brandon Duan, pada partai puncak tunggal putra. Duel tersebut menjadi pengulangan final seri pertama yang berlangsung sepekan sebelumnya.

Harapan Indonesia untuk meraih gelar dari sektor putri belum terwujud. Pasangan Kaylee Tandjung dan Quirina Trea kembali harus puas sebagai runner-up, mengulangi pencapaian yang sama pada pekan pertama. Pada partai final ganda putri, duet Indonesia tersebut tak mampu membendung permainan unggulan pertama Ke Chieh Hsu dan Xinran Yan yang menang meyakinkan dengan skor 6-1, 6-2.

Meski demikian, Ke Chieh Hsu dan Xinran Yan masih berpeluang menambah koleksi gelar mereka. Kedua petenis Asia Timur tersebut juga berhasil menembus final tunggal putri dan akan saling berhadapan dalam perebutan trofi juara. Partai puncak itu menjadi final ideal karena keduanya sama-sama memburu gelar tunggal ITF pertama dalam karier junior mereka.

Related posts:

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *