Rupiah Anjlok, Wisman Serbu Bali

Loading

Denpasar (Independensi.com) – Pelemahan Rupiah terhadap Dolar AS memberikan dampak ganda pada sektor pariwisata Indonesia. Bagi wisatawan mancanegara, Indonesia menjadi lebih murah sehingga meningkatkan kunjungan ke Bali.

“Pelemahan rupiah hingga Rp18.000 per dolar AS dinilai dapat meningkatkan daya tarik Indonesia di tengah persaingan kawasan,” kata Pengamat Sosial dan Praktisi Pariwisata, Tjokorda Alit Budi Darma saat ditemui di kantornya Drhukum.com di Denpasar, (10/8/2026).

Menurutnya, Pelemahan Rupiah terhadap Dolar AS memang memberikan dampak ganda pada sektor pariwisata Indonesia, khususnya Bali akibat biaya berwisata ke Indonesia menjadi lebih murah bagi wisatawan mancanegara, sehingga meningkatkan daya tarik Bali sebagai destinasi.

Perubahan pola ini memaksa agen perjalanan dan maskapai menyesuaikan produk mereka dengan mengembangkan paket domestik berkualitas tinggi sambil paket outbound mengalami penurunan minat.

Menurut Tjok Alit, Turis asing memandang terkait biaya hotel, makanan, transportasi, dan aktivitas wisata menjadi relatif lebih kompetitif, berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan serta penerimaan devisa daerah.

Sebaliknya, masyarakat Indonesia yang berencana liburan ke luar negeri harus meninjau ulang anggaran karena biaya tiket, akomodasi, dan uang saku menjadi jauh lebih tinggi, sehingga banyak beralih ke pariwisata domestik seperti staycation dan perjalanan ke Bali. (hd)

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *