![]()
JAKARTA (Independensi.com) – Kegiatan Main Drum Bareng (MDB) Vol. 6 sukses digelar di Canopy Area One Satrio, Jakarta Selatan, Minggu (14/6), dengan menghadirkan puluhan peserta dari berbagai kalangan dalam sebuah kelas drum massal dan interaktif yang diklaim menjadi salah satu pelopor konsep serupa di Indonesia bahkan Asia Tenggara.
Pendiri Main Drum Bareng, Yoiqball, mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang terbuka bagi siapa saja untuk belajar dan menikmati bermain drum tanpa batas usia, profesi maupun latar belakang.
“Main Drum Bareng itu adalah tempat semua orang bisa main drum dari semua kalangan, dari umur berapa saja, dari kalangan apa saja, dari yang tua, muda, ibu-ibu, bapak-bapak, remaja, anak-anak, orang kantoran hingga disabilitas. Semua bisa bermain drum di Main Drum Bareng,” ujar Yoiqball.
Menurut dia, konsep yang diusung MDB tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis bermain drum, tetapi juga mengajarkan peserta pentingnya kemampuan mendengarkan saat bermain musik secara bersama-sama.

Ia menjelaskan bahwa dalam sebuah grup musik, kemampuan mendengarkan permainan rekan satu tim menjadi kunci terciptanya harmoni. Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak memahami bagaimana berinteraksi dengan pemain instrumen lain melalui ritme dan tempo yang dimainkan secara kolektif.
“Di sini kita belajar mendengarkan teman kanan, kiri, depan, dan belakang. Ketika nanti bermain dalam sebuah band, kita harus bisa mendengarkan bassis, vokalis, keyboardis, dan gitaris,” katanya.
Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, Main Drum Bareng Vol. 6 untuk pertama kalinya digelar di area terbuka (outdoor). Konsep tersebut dipilih sebagai respons atas antusiasme dan masukan peserta pada edisi sebelumnya yang menginginkan pengalaman bermain drum di ruang terbuka.
Tidak hanya menggunakan perangkat drum yang telah disediakan panitia, peserta juga diajak membawa barang-barang bekas yang dapat dimanfaatkan sebagai alat perkusi. Tema “The Upcycle Groove” yang diangkat pada kegiatan kali ini menonjolkan semangat kreativitas dan pemanfaatan barang sehari-hari sebagai media bermusik.
Untuk mendukung tema tersebut, MDB menggandeng kreator konten sekaligus musisi perkusi Marissa Sutanto sebagai beat leader. Sosok yang dikenal luas sebagai “drummer panci” itu populer melalui berbagai konten media sosial yang menampilkan permainan ritme menggunakan peralatan rumah tangga.

Yoiqball menilai kehadiran Marissa sejalan dengan visi Main Drum Bareng yang ingin memperkenalkan bahwa bermain musik tidak harus bergantung pada instrumen mahal.
“Contohnya Marissa. Dia bisa bermain menggunakan panci dan menjadi viral hingga berkembang menjadi karier. Jadi bermain drum tidak harus menggunakan drum yang lengkap,” ujarnya.
Marissa mengaku senang dapat terlibat dalam kegiatan tersebut karena memiliki tujuan yang sejalan dengan misinya selama ini, yakni mengenalkan musik dan drum secara lebih dekat kepada masyarakat.
“Senang bisa berbagi tentang drum. Mengenalkan bahwa drum itu keren. Saya setuju dengan tujuan dan format kegiatan ini karena membuat musik menjadi lebih mudah diakses oleh semua orang,” kata Marissa.
Sepanjang kegiatan, peserta terlihat antusias mengikuti berbagai sesi pembelajaran dan tantangan. Selain berlatih memainkan pola ritme bersama, peserta juga mengikuti tantangan solo drum serta challenge mengikuti beat tertentu untuk memperebutkan berbagai hadiah, mulai dari stick drum hingga perangkat in-ear monitor.
Salah seorang peserta, Maudy Putriliya, mengaku telah mengikuti seluruh rangkaian Main Drum Bareng sejak penyelenggaraan pertama. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi wadah yang tepat untuk menyalurkan hobi sekaligus memperluas wawasan bermusik.
“Vibes Main Drum Bareng itu seru karena bisa main drum ramai-ramai. Setiap acara juga menghadirkan lagu dan materi yang berbeda sehingga saya belajar banyak tentang ketukan, tempo, dan bisa bertemu drummer-drummer kebanggaan Indonesia,” ujarnya.
Sejak digelar, Main Drum Bareng telah berkolaborasi dengan sejumlah drummer ternama Indonesia, di antaranya Yandi Andaputra, Sandy PAS Band, Galih Justdrum, hingga Yoyo Padi.

Ke depan, penyelenggara berencana memperluas jangkauan kegiatan ke berbagai kota di Indonesia serta menghadirkan lebih banyak kolaborasi dengan figur-figur inspiratif dari dunia musik.
“Setelah volume enam, kami sudah menyiapkan volume tujuh dengan kejutan kolaborasi baru. Kami ingin semakin banyak mengajak drummer Indonesia untuk berkolaborasi dan membuat dunia drum semakin dekat dengan masyarakat,” kata Yoiqball.

