![]()
Badung (Independensi.com) – Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, tengah diarahkan untuk menyusun cetak biru destinasi budaya dan pariwisata berkelanjutan. Cetak biru tersebut penting agar pengembangan wisata tidak hanya mengejar peningkatan kunjungan, tetapi juga menjaga adat, lingkungan, ruang hidup masyarakat, serta pemerataan manfaat ekonomi.
Hal tersebut dikemukakan oleh Perbekel Desa Cemagi Putu Hendra Satrawan dalam Diskusi santai Jelang Sunset di Way Me Cafe Cemagi, Jum’at (14/2/26).
Hadir dalam diskusi tersebut Analis dan pemerhati kebijakan publik Alumni Universitas Merdeka Nucky, Diaspora Indonesia di Amerika asal Bali Wayan Suastika serta Satria Darma dari NCO Event Organizer.
“Cetak biru Desa Cemagi idealnya mencakup kajian mengenai Desa Wisata Cemagi yang menekankan bahwa keberlanjutan perlu dibangun melalui tiga dimensi utama yaitu ekonomi, sosial-budaya, dan lingkungan. Model yang direkomendasikan menempatkan pemerintah desa dan desa adat sebagai pembina, sementara BUMDes, Pokdarwis, dan masyarakat menjadi pengelola serta pelaku utama,” kata Perbekel Putu Hendra Sastrawan.
Diperlukannya sebuah cetak biru yang partisipatif dan memiliki dasar pengaturan yang jelas agar Desa Cemagi dapat mengembangkan pariwisata berkualitas tanpa kehilangan karakter agraris, maritim, dan budaya lokalnya.
Serta penerapan ‘green technology’ untuk penunjang hidup masyarakat seperti pemanfaatan air laut (desalinasi) untuk kehidupan serta pemakaian solar panel.
Penerapan ‘green technology’ dapat menjadi solusi strategis untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama melalui pemanfaatan energi surya dan teknologi desalinasi air laut. Kedua teknologi ini relevan bagi wilayah pesisir. (hd)
