Kick Off Program SI TAMPANG JS ONE di SMK Negeri 74 Jakarta Selatan menjadi langkah awal implementasi urban farming berbasis teknologi dan ESG di 31 sekolah Jakarta Selatan. Kegiatan ini dihadiri oleh Dr. Nahdiana, M.Pd., Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta beserta jajaran, Santoso, S.H., M.AP., Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Selatan, Indah Nuhyatia Kepala Sekolah SMKN 74 Jakarta selatan, Heri E.P., CEO TanamPangan.id, serta para kepala sekolah, guru, dan siswa dari sekolah-sekolah mitra.

TanamPangan.id – Sudindik JS One Luncurkan Urban Farming di 31 Sekolah

Loading

JAKARTA (independensi.com) – TanamPangan.id secara resmi meluncurkan program SI TAMPANG JS ONE (Sinergi Tanam Pangan Jakarta Selatan Wilayah 1), sebuah gerakan urban farming berbasis teknologi dan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang diimplementasikan di 31 sekolah di wilayah Jakarta Selatan.

Program ini merupakan kolaborasi strategis antara TanamPangan.id dengan Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Selatan (JS One) sebagai upaya membangun budaya ketahanan pangan, pendidikan karakter, kewirausahaan, tranparansi tata kelola dan kepedulian lingkungan sejak usia sekolah.

Peluncuran program ditandai dengan acara Kick Off SI TAMPANG JS ONE yang diselenggarakan pada Sabtu, 11 Juli 2026, di SMK Negeri 74 Jakarta. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian persiapan menyambut tahun ajaran baru dan implementasi pembelajaran kontekstual di lingkungan sekolah.

Kemeriahan acara dimulai dengan penampilan tari Betawi yang dibawakan oleh para siswi SMK Negeri 74, dilanjutkan dengan penanaman bibit Alpukat Cipedak sebagai simbol komitmen penghijauan sekolah serta panen sayuran hasil budidaya urban farming di lingkungan sekolah.

Hadir dalam kegiatan tersebut Dr. Nahdiana, M.Pd., Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Santoso, S.H,M.AP Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Selatan, Indah Nuhyatia Kepala Sekolah SMKN 74 Jakarta Selatan, Heri E.P., CEO TanamPangan.id, para kepala sekolah dari 31 sekolah mitra, guru, peserta didik, orang tua siswa, serta para mitra kolaborasi yg hadir di lokasi maupun melalui channel zoom meeting.

Sebagai program enablers, CEO TanamPangan.id, Heri E.P., menjelaskan bahwa SI TAMPANG JS ONE bukan sekadar program bercocok tanam di sekolah, melainkan sebuah ekosistem pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi, pendidikan, ketahanan pangan, dan prinsip ESG.

“Kami ingin menghadirkan sekolah sebagai pusat pembelajaran yang mampu menghubungkan teknologi dengan kehidupan sehari-hari. Melalui platform TanamPangan.id, seluruh aktivitas mulai dari penanaman, perawatan, hingga panen dapat terdokumentasi dan terukur. Kami berharap siswa tidak hanya belajar bertani, tetapi juga memahami pentingnya inovasi, keberlanjutan, serta tanggung jawab terhadap lingkungan sebagai bagian dari implementasi ESG. Program ini kami rancang agar sekolah menjadi pusat lahirnya generasi peduli pangan, peduli lingkungan, peduli tata kelola tranparansi, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujar Heri E.P.

Program SI TAMPANG JS ONE juga memperkenalkan pemanfaatan platform digital TanamPangan.id yang memungkinkan sekolah melakukan pencatatan aktivitas budidaya, pengelolaan data, monitoring perkembangan tanaman, hingga pengukuran dampak sosial dan lingkungan dari setiap kegiatan yang dilakukan. Melalui pendekatan ini, TanamPangan.id mendorong transformasi pembelajaran yang lebih interaktif, berbasis data, dan relevan dengan kebutuhan masa depan.

Pembelajaran Kontekstual

Dr. Nahdiana, M.Pd., mengapresiasi kolaborasi yang dibangun TanamPangan.id bersama Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Selatan dalam menghadirkan model pembelajaran kontekstual berbasis urban farming.

“Transformasi ilmu pengetahuan harus terus dilakukan agar proses pembelajaran semakin relevan dengan tantangan zaman. Melalui program seperti ini, peserta didik tidak hanya memperoleh teori di dalam kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar secara langsung melalui praktik. Pendekatan pembelajaran yang kontekstual seperti urban farming akan memperkaya kompetensi, membangun karakter, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan ketahanan pangan,” tegas Dr. Nahdiana, M.Pd.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Selatan, Santoso, S.H,M.AP, mengatakan bahwa kolaborasi bersama TanamPangan.id merupakan langkah nyata dalam menghadirkan inovasi pembelajaran yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di sekolah.

“Kami menyambut baik inisiatif TanamPangan.id yang menghadirkan konsep urban farming berbasis teknologi di lingkungan sekolah. Program ini bukan sekadar kegiatan menanam, tetapi menjadi media pembelajaran yang mampu membentuk karakter, meningkatkan kolaborasi antarwarga sekolah, sekaligus memperkuat kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan. Kami berharap 31 sekolah yang menjadi mitra nantinya bisa berlanjut di banyak sekolah lainnya di Jakarta,” papar Santoso, S.H,M.AP.

Melalui implementasi di 31 sekolah, TanamPangan.id menargetkan terbentuknya jaringan sekolah urban farming yang saling terhubung dalam satu ekosistem digital. Ke depan, program ini diharapkan berkembang menjadi Education Farming Hub, yaitu pusat pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi, pertanian perkotaan, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor. Program ini juga diharapkan mampu menjadi model penguatan pendidikan karakter sekaligus mendukung ketahanan pangan perkotaan yang dapat direplikasi di berbagai wilayah Indonesia.

Selain menghasilkan sayuran dan tanaman produktif, SI TAMPANG JS ONE diharapkan mampu menumbuhkan budaya green lifestyle, memperkuat kolaborasi antara sekolah, orang tua, pemerintah, dan masyarakat, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan melalui penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Sebagai penutup, Heri E.P juga menambahkan, SI TAMPANG JS ONE kami rancang sebagai model kolaborasi yang dapat direplikasi di berbagai daerah. Program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi dunia pendidikan, tetapi juga menghadirkan dampak yang terukur terhadap aspek Environmental, Social, and Governance (ESG).

“Kami membuka kesempatan bagi perusahaan, BUMN, lembaga filantropi, maupun dunia usaha yang memiliki komitmen terhadap ESG dan program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk berkolaborasi bersama TanamPangan.id. Dukungan tersebut akan menjadi investasi sosial yang nyata dalam membangun generasi yang peduli lingkungan, memperkuat ketahanan pangan, serta menciptakan sekolah-sekolah yang lebih hijau dan berkelanjutan.”

Melalui kolaborasi ini, TanamPangan.id menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi yang menghubungkan teknologi, pendidikan, dan ketahanan pangan. Bersama Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Selatan, program SI TAMPANG JS ONE diharapkan menjadi model kolaborasi antara startup inovasi dan pemerintah dalam menciptakan sekolah yang lebih hijau, mandiri, berdaya, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

TanamPangan.id merupakan startup teknologi pertanian yang mengembangkan ekosistem urban farming berbasis digital untuk mendukung ketahanan pangan, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG) di Indonesia. Perusahaan, BUMN, lembaga filantropi, maupun organisasi yang ingin berkolaborasi melalui program CSR, ESG, TJSL, atau kemitraan strategis dalam pengembangan urban farming di sekolah dan masyarakat dapat menghubungi Tanampangan.id. (Danang Joko Murdono)

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *