In Memoriam I Made Budiana Maestro Seni Lukis Bali

Loading

Denpasar (Independensi com) – Ketua Nawa Cita Pariwisata Indonesia (NCPI) | Ketua Harian PPIT Bali dan Pemilik MahaArt Gallery Agus Maha Usadha merasa terpukul atas kepergian maestro seni lukis Bali, Bli I Made Budiana kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

“Dengan dukacita yang mendalam, kami dari MahaArt Gallery, Nawa Cita Pariwisata Indonesia (NCPI), dan Persatuan Perusahaan Tour dan Travel Indonesia (PPIT) Bali menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya Bli I Made Budiana, maestro seni lukis Bali, kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” tutur Agus.

Kehilangan yang dirasakan bersama

Kepergian Bli Made Budiana bukan hanya kehilangan bagi keluarga, melainkan juga kehilangan besar bagi ekosistem seni dan budaya Bali. Sepanjang puluhan tahun, beliau menjadi penjaga napas seni Bali. Lulus dari STSRI ‘ASRI’ Yogyakarta (1987), Bli Made dikenal sebagai pelukis abstrak yang berkembang menjadi perupa kreatif baik dalam gagasan maupun eksperimen media. Karya-karyanya bukan sekadar lukisan di atas kanvas; karya-karya itu adalah doa, cerita tentang spiritualitas, hubungan manusia dengan alam dan Sang Pencipta, serta cerminan nilai Tri Hita Karana yang menjadi jiwa Bali.

Peran dan kontribusi

Bagi MahaArt Gallery, Bli Made adalah guru dan sahabat. Bersama beberapa tokoh maestro dan perupa senior, termasuk almarhum Made Wianta dan Chusin S., tercetus gagasan mendirikan ruang dialog bagi seniman di MahaArt. Logo dan nama MahaArt lahir dari perdebatan kreatif di antara pendiri, dengan kontribusi desain goresan almarhum Made Wianta. Sejak didirikan dan melalui berbagai pameran bersama para pendiri, MahaArt menjadi pusat perjumpaan gagasan seni yang hidup.

Pada 2010 Bli Made meluncurkan buku autobiografi Melintas Cakrawala, yang merangkum perjalanan kreatifnya dari masa kanak-kanak hingga pasca-studi. Banyak seniman muda tumbuh, belajar, dan berdialog berkat kehadiran dan bimbingannya, terutama melalui pameran tunggal dan program pendidikan seni yang beliau dukung.

Bagi NCPI, Bli Made adalah bukti bahwa pariwisata budaya yang bermartabat harus menempatkan budaya dan seniman sebagai pusatnya. Bagi PPIT Bali, karya-karya beliau memperkaya daya tarik pariwisata budaya, sehingga wisatawan datang ke Bali bukan hanya untuk pantai, tetapi untuk menengok jiwa dan tradisi pulau ini.

Warisan yang melampaui batas

Duka ini juga dirasakan komunitas internasional. Karya-karya Bli Made dipamerkan di berbagai negara Jerman, Swiss, Singapura, Malaysia, Australia, dan Belanda. Pameran tunggalnya di The Northern Territory Museum of Arts and Sciences, Darwin (1989), menjadi tonggak penting pengakuan internasional terhadap seni Bali. Kolektor, kurator, dan sahabat seni dari Australia, Eropa, Amerika, dan Asia menjadikan karya beliau sebagai jembatan budaya melalui kuasnya, nama Bali kian dikenal dan dihormati di dunia.

Beliau juga anggota Kelompok 7 Sanggar Dewata Indonesia (SDI), bersama I Made Djirna, Nyoman Erawan, Nyoman Wibawa, Made Sudibia, Made Bendi Yudha, dan Made Ruta, sekelompok perupa veteran yang telah mewarnai wajah seni rupa Bali selama beberapa dekade.

Pesan dan komitmen

Kepergian Bli Made meninggalkan ruang kosong yang sulit diisi, namun warisannya abadi: ribuan karya, ratusan murid, dan pesan penting bahwa seni adalah cara Bali menjaga martabatnya di tengah arus zaman. Bersama keluarga dan seluruh sahabat seniman, kami berkomitmen menjaga semangat konsistensi dan dunia berkesenian yang beliau bangun. Kenangan dan karya Bli Made akan terus dirawat agar generasi mendatang dapat belajar dan terinspirasi.

Penutup

Bali kehilangan seorang maestro, tetapi juga bersyukur atas sumbangsih beliau. Terima kasih, Bli Made, atas pelajaran bahwa keindahan sejati lahir dari ketulusan dan kerja nurani bahwa segala hal di sekitar kita berpeluang menjadi karya jika kita tetap kreatif dan tulus.

Semoga roh beliau beristirahat dengan tenang di sisi Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Semoga karya dan namanya terus hidup, menginspirasi, dan mengharumkan Bali. (hd)

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *